BUMDes Berkah Mulya Jaya Salurkan Insentif RSPO
SB, NANGA BULIK— Choirul Fuadi, Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya resmi menyalurkan insentif kredit RSPO kepada para pekebun, sekaligus menggelar seremoni penyerahan sertifikat RSPO ke-3 dan ISPO pertama di Kabupaten Lamandau. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Sematu Jaya, pada Sabtu (22/11/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh, Kadistankan, Camat semati jaya, pendamping dari PT SSMS dan PT Ecogreen, SOPD terkait, camat, kepala desa, serta para pekebun.
Dalam sambutannya, Choirul Fuadi Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya menyampaikan rasa syukur dan memaparkan perjalanan panjang program sertifikasi sawit berkelanjutan yang telah dimulai sejak 2021.
Program ini dimulai dari deklarasi bersama antara BUMDes dan Pemerintah Desa Mekar Mulya, dilanjutkan dengan pembentukan badan hukum, pemenuhan persyaratan, hingga resmi menjadi anggota RSPO pada Januari 2023—menjadikan BUMDes Berkah Mulya Jaya sebagai organisasi pekebun pertama di Lamandau yang terdaftar sebagai member RSPO.
Dirinya mengatakan Pada audit awal tahun 2023, sebanyak 126 pekebun dengan luas 537 hektare berhasil meraih sertifikasi RSPO. Program ini terus berkembang pesat. Tahun 2024 jumlah pekebun meningkat menjadi 455 orang, dan pada 2025 bertambah lagi menjadi 506 pekebun dengan total luasan hampir 2.000 hektare. Tahun ini menjadi lebih istimewa karena untuk pertama kalinya organisasi ini juga berhasil meraih sertifikasi ISPO untuk 370 pekebun dengan luas 1.073 hektare.
Diketahui BUMDes Berkah Mulya Jaya juga berhasil melakukan transaksi book & claim melalui sistem PRISMA RSPO dengan nilai mencapai Rp 1,22 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 493 juta disalurkan kepada anggota sebagai insentif, ditambah kontribusi PAD untuk tiga desa sebesar Rp 22 juta. Selain itu, BUMDes turut menyalurkan bantuan CSR untuk warga dan siswa, serta mendukung konservasi orang utan dan hutan desa di Pulau Salat.
Dalam kesempatan itu, pihak BUMDes menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian, DPMD, DLHK, Satpol PP dan Damkar, para pendamping dari PT SSMS, Ecogreen, APKSM, RSPO Indonesia, Fortasbi, PT Nu Farm, hingga kampus politeknik yang turut membantu proses pemenuhan standar, pelatihan, hingga audit sertifikasi.
BUMDes juga berharap adanya dukungan pendanaan dari APBD sesuai Permentan No. 38 Tahun 2020 untuk memperluas sertifikasi ISPO dan RSPO, mengingat proses audit membutuhkan biaya yang cukup besar.
"Kami bersyukur dapat mencapai titik ini. Sertifikasi bukan sekadar label, tapi komitmen bersama untuk mengelola kebun sawit secara bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar perwakilan BUMDes.
Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk terus memperkuat kerja sama, menjaga standar keberlanjutan, dan memperluas manfaat sertifikasi bagi pekebun di Kabupaten Lamandau.(BY/SB)