Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Desa Wisata Batu Suli Raih Juara III Nasional Wonderful Indonesia Award 2025

Redaksi 08-12-2025, 10:41 WIB 1 menit baca
Pemkab Gumas ketika menerima penghargaan karena meraih Juara III Kategori Desa Budaya pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025. (FOTO:ISTIMEWA)
Pemkab Gumas ketika menerima penghargaan karena meraih Juara III Kategori Desa Budaya pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, KUALA KURUN - Kabupaten Gunung Mas kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Desa Wisata Batu Suli (Puruk Temanggung Amai Rawang) di Desa Upon Batu berhasil meraih Juara III Kategori Desa Budaya pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025, mewakili Provinsi Kalimantan Tengah.

Malam penghargaan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta Pusat.

Prestasi ini menempatkan Desa Wisata Batu Suli sejajar dengan berbagai destinasi unggulan di Indonesia. Pada kategori yang sama, Juara I diraih Desa Wisata Dukuh Penaban dari Kabupaten Karangasem, Bali, dan Juara II diraih Desa Wisata Koto Gadang dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Gunung Mas terus berpartisipasi aktif dalam membangun destinasi wisata, baik dari aspek budaya, alam, maupun ekonomi kreatif.

Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi dan penguatan program untuk meningkatkan daya saing desa-desa wisata.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan Desa Wisata Batu Suli, mulai dari masyarakat, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, hingga pemerintah desa.

“Kita patut bersyukur dan bangga, karena prestasi ini berhasil membawa harum nama Kabupaten Gunung Mas sekaligus mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” ujar Richard, Senin (8/12/2025).

Richard berharap penghargaan tersebut menjadi pendorong untuk terus mengembangkan potensi wisata lokal, khususnya budaya dan kearifan masyarakat Dayak sebagai identitas Gunung Mas.

“Harapan kita, Desa Upon Batu tidak hanya berhenti sampai di sini, namun terus berbenah dan inovatif agar semakin dikenal wisatawan nasional dan mancanegara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Richard menegaskan bahwa sektor pariwisata akan terus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, terutama sebagai pengungkit ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengembangan atraksi budaya, destinasi alam, serta pemberdayaan komunitas lokal. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard