Penolakan Road Race Disampaikan ke Pemkab Kotim
SB, SAMPIT - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia, mendampingi pastor paroki Santo Joan Don Bosco Sampit untuk menyampaikan keberatan akan terlaksananya Road Race ke Pemkab Kotim.
"Tadi saya mendampingi pihak paroki dan perwakilan dari umat bertemu langsung dengan Wakil Bupati Kotim bahwa mereka sudah menyampaikan terkait keberatan dengan adanya kegiatan tersebut," kata Hendra Sia, Selasa (9/12/2025).
Hendra Sia mengatakan, pihak paroki menyampaikan keberatan tersebut dikarenakan lokasinya akses utama fasilitas ibadah dan klinik kesehatan. Diantaranya, klinik obor terapung, sekolah dan dua gereja yang bersebrangan.
Potensi gangguan yang mungkin timbul dari kegiatan balap motor, seperti kebisingan dan keramaian. Dikhawatirkan mengganggu ketenangan pasien dan kenyamanan fasilitas ibadah.
"Lokasi disekitaran itu ada klinik kesehatan, sebelahnya ada gereja dan ke arah bawa taman juga ada gereja itulah yang mereka keberatan. Tapi tadi sudah disampaikan semuanya ke Wakil Bupati," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Irawati tidak bisa mengambil keputusan dikarenakan even tersebut merupakan agenda Pemerintah Provinsi sedangkan Pemkab Kotim hanya menerbitkan izin kegiatan kemudian akan diagendakan untuk rapat selanjutnya.
"Dari pihak gereja juga sudah membuat surat terkait keberatan even tersebut tujuannya ke gubernur dan besok akan disampaikan langsungg oleh Wakil Bupati Kotim," jelasnya.
Ia juga menyayangkan even yang sudah terjadwal namun tidak ada koordinasi sebelumnya dengan pihak lainnya.
"Harusnya sebulan yang lalu atau dua bulan seharusnya ada terkoordinasi dulu dengan masyarakat sekitar termasuk gereja dan Klinik Terapung," tembahnya.
Diketahui pekan mendatang Taman Kota Sampit rencananya akan digelar road race yang digagas melalui Ikatan Motor Indonesia (IMI) Koti. Namun pelaksanaan di areal itu mendapatkan penolakan keras dari sejumlah pihak (f1/sb)