Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Tekankan Guru TK dan SD Wajib Miliki Kompetensi Dasar

Redaksi 15-12-2025, 06:19 WIB 2 menit baca
Kabid GTK Disdik Kotim, Edie Sucipto
Kabid GTK Disdik Kotim, Edie Sucipto

SB, SAMPIT - Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Edie Sucipto, menegaskan bahwa guru, baik ASN maupun non-ASN, wajib memiliki empat kompetensi dasar sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru TK dan SD dengan tema matematika gembira yang digelar untuk guru-guru di wilayah dalam kota.

"Kompetensi pertama yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik, yakni kemampuan merancang pembelajaran dengan baik, rapi, dan sesuai tuntutan zaman,"ujarnya, Senin (15/12/2025)

Menurutnya, guru masa kini wajib menguasai perencanaan pembelajaran, bukan sekadar menyalin atau memodifikasi tanpa memahami substansi materi yang diajarkan.

“Guru itu kalau hanya bisa merancang saja, apalagi sekarang bisa ATM, ambil, tiru, modifikasi, tetapi tidak memahami konten yang ada di RPP, maka tidak profesional. Pedagogiknya harus oke, profesionalnya juga harus oke,” tegasnya.

Kompetensi kedua, lanjut Edie, adalah kompetensi profesional, yaitu penguasaan materi dan alur kegiatan belajar mengajar (KBM). Guru harus benar-benar memahami apa yang diajarkan agar pembelajaran berjalan maksimal. Sementara kompetensi ketiga adalah kepribadian, yang berkaitan dengan sikap guru dalam lingkungan sekolah dan sesama pendidik.

Ia menyoroti masih adanya guru yang sulit berkolaborasi, menutup diri, bahkan menimbulkan gesekan di lingkungan kerja.

Menurutnya, perbedaan adalah hal wajar, namun tidak boleh berdampak pada peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran siswa. “Guru itu ketika sudah berada di cabang pendidikan, itu artinya sudah menjadi satu keluarga besar. Tidak boleh ada gesekan yang berefek pada pembelajaran. Kalau sampai pembelajaran tidak maksimal karena kepribadian guru, ini yang sering kami terima laporannya di GTK,” ujarnya.

Kompetensi keempat yang tak kalah penting adalah kompetensi sosial. Guru dituntut mampu berkolaborasi dengan rekan sejawat, orang tua wali, bahkan dengan guru di sekolah lain.

Interaksi sosial yang baik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan saling mendukung. “Empat kompetensi ini wajib dikuasai. Tidak ada tawaran. Tidak cukup pandai mengajar di depan kelas, tetapi kepribadiannya tidak baik. Itu tidak lengkap sebagai seorang guru,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard