Operasi Lilin Telabang 2025, Polda Kalteng Petakan Titik Rawan dan Siapkan Pos Terpadu
SB, PALANGKA RAYA – Polda Kalteng menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 melalui Operasi Lilin Telabang.
Rapat yang berlangsung di Aula Bhayangkara Polda Kalteng, Kamis (18/12/2025), dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, serta instansi pendukung lainnya guna menyamakan persepsi dan langkah pengamanan selama masa libur akhir tahun.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan, fokus pengamanan tahun ini diarahkan pada pengendalian arus lalu lintas, penanganan potensi bencana, serta pengamanan lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Lonjakan mobilitas masyarakat saat libur panjang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan gangguan keamanan jika tidak diantisipasi dengan baik,” kata Iwan Kurniawan.
Berdasarkan hasil pemetaan, Polda Kalteng mengidentifikasi 42 titik rawan kecelakaan lalu lintas dan 35 lokasi yang diperkirakan berpotensi mengalami kemacetan. Selain itu, aparat juga mewaspadai 12 wilayah yang dinilai rawan bencana akibat kondisi cuaca.
Ia menambahkan, evaluasi Operasi Lilin pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa upaya pencegahan perlu diperkuat agar jumlah kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
“Pendekatan preventif harus lebih dikedepankan, baik melalui pengaturan lalu lintas, patroli, maupun edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Operasi Lilin Telabang 2025 akan digelar selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 1.674 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait akan dikerahkan.
Untuk mendukung pengamanan, Polda Kalteng menyiapkan 32 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Selain itu, rapat koordinasi juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Polda Kalteng dan beberapa lembaga, di antaranya Basarnas Palangka Raya, BNNP Kalteng, BPOM Palangka Raya, serta Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, sebagai upaya memperkuat respons cepat di lapangan.
“Sinergi lintas sektoral menjadi kunci agar pengamanan Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tutupnya. (rk/sb)