Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Pemkab Lamandau Luncurkan Pilot Project Pengembangan Sapi Perah

Redaksi 22-12-2025, 10:43 WIB 1 menit baca
Tampak sapi-sapi perah yang dikembangkan oleh Pemkab Lamandau. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak sapi-sapi perah yang dikembangkan oleh Pemkab Lamandau. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus berupaya memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui peluncuran pilot project program pengembangan sapi perah di Kabupaten Lamandau, yang dilaksanakan pada Senin malam (22/12/2025).

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan bahwa pada tahap awal program tersebut, Pemkab Lamandau mendatangkan sebanyak 20 ekor sapi perah dari Boyolali. Sapi-sapi tersebut ditempatkan di Desa Persiapan Liku Mulya Sakti sebagai lokasi percontohan.

“Program ini menjadi langkah awal pengembangan sapi perah di Lamandau. Kita mulai dengan 20 ekor sapi perah Boyolali sebagai percontohan,” ujar Rizky.

Ia menjelaskan, pemilihan sapi perah asal Boyolali dilakukan dengan pertimbangan matang. Menurutnya, sapi perah Boyolali sangat cocok dengan kondisi iklim tropis, termasuk di wilayah Kabupaten Lamandau.

Selain itu, jenis sapi tersebut telah melalui berbagai uji coba di daerah lain dan terbukti mampu beradaptasi dengan baik serta menghasilkan produksi susu yang optimal.

“Pertama, sapi perah Boyolali cocok dengan iklim tropis. Kedua, sudah pernah dilakukan uji coba dan terbukti berhasil memproduksi susu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rizky menambahkan bahwa sapi perah Boyolali juga memiliki nilai tambah dari sisi pengembangan bibit ternak. Sapi ini dapat dilakukan inseminasi buatan menggunakan semen sapi Limousin atau Simental, sehingga berpotensi menghasilkan bibit sapi pedaging.

“Keunggulan lainnya, sapi perah ini bisa diinseminasi buatan. Jadi selain menghasilkan susu, juga berpotensi menjadi indukan penghasil bibit sapi pedaging,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap dapat mendorong kemandirian sektor peternakan, membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal secara berkelanjutan. (by/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard