Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Dewan Nilai Perusahan Mulai Salurkan Plasma dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Redaksi 24-12-2025, 10:38 WIB 3 menit baca
M Abadi
M Abadi

SB, SAMPIT - DPRD Kotawaringan Timur (Kotim) menilai, banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah mulai merealisasikan kewajiban plasma serta meningkatnya penyerapan tenaga kerja di wilayah perkebunan.

"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisinya lebih positif. Dulu banyak perkebunan yang belum menjalankan kewajiban plasma, sekarang perlahan sudah mulai dilaksanakan," kata Sekretaris Komisi I DPRD Kotim sekaligus Ketua Dekopinda Kotim, Muhammad Abadi, Rabu (24/12/2025).

Menurut Abadi, realisasi plasma menjadi salah satu indikator penting yang langsung dirasakan masyarakat. Selain kepemilikan lahan plasma, peluang kerja di sektor perkebunan juga kembali terbuka bagi warga yang sebelumnya kehilangan mata pencaharian.

la menyebutkan, cukup banyak masyarakat yang kini kembali bekerja di perkebunan sawit setelah sempat menganggur. Hal tersebut dinilai memberikan efek ekonomi langsung, terutama bagi keluarga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Yang paling terasa itu plasma dan tenaga kerja. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja, sekarang kembali punya penghasilan," katanya.

Selain aspek ekonomi langsung, kontribusi perusahaan perkebunan juga dinilai terlihat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Abadi mengatakan sejumlah perusahaan telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga sektor kesehatan di wilayah sekitar kebun.

Program CSR tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari dampak positif investasi sawit yang turut. mendukung kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbalkan jalan lingkungan dan fasilitas umum lainnya.

Namun di sisi lain, Abadi mengakui masih terdapat dinamika yang dirasakan masyarakat, khususnya pasca penertiban kawasan oleh Satuan Tugas Periertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Beberapa lahan koperasi dan kebun plasma dilaporkan terdampak kebijakan tersebut.

la menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada solusi konkret atas lahan yang terdampak penertiban, selain informasi bahwa lahan tersebut berada dalam penguasaan negara. Meski begitu, skala dampaknya dinilai tidak terlalu besar.

"Yang paling terasa itu plasma dan tenaga kerja. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja, sekarang kembali punya penghasilan," katanya.

Selain aspek ekonomi langsung, kontribusi perusahaan perkebunan juga dinilai terlihat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Abadi mengatakan sejumlah perusahaan telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga sektor kesehatan di wilayah sekitar kebun.

Program CSR tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari dampak positif investasi sawit yang turut mendukung kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan dan fasilitas umum lainnya.

Namun di sisi lain, Abadi mengakui masih terdapat dinamika yang dirasakan masyarakat, khususnya pasca penertiban kawasan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Beberapa lahan koperasi dan kebun plasma dilaporkan terdampak kebijakan tersebut.

la menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada solusi konkret atas lahan yang terdampak penertiban, selain informasi bahwa lahan tersebut berada dalam penguasaan negara. Meski begitu, skala dampaknya dinilai tidak terlalu besar.

"Ada lahan masyarakat dan plasma yang terkena, tapi skalanya tidak besar. Sampai sekarang memang belum ada solusi, yang disampaikan masih sebatas penguasaan negara," jelasnya.

Meski terdapat tantangan, Abadi menilai secara keseluruhan investasi sawit di Kotim masih memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, la mengingatkan agar persoalan yang muncul disikapi secara proporsional dan tidak langsung menyudutkan investasi.

"Manfaatnya masih cukup besar bagi masyarakat. Memang ada dampak negatif versi masyarakat, tapi itu tidak bisa langsung divonis sepenuhnya sebagai kesalahan investasi," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard