Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Bupati Lamandau Lantik Pengurus DPC GMNI, Dorong Kader Muda Berperan Bangun Daerah

Redaksi 14-01-2026, 02:55 WIB 2 menit baca

SB, NANGA BULIK – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, secara resmi melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Lamandau periode 2026–2028. Pelantikan digelar di Kampus Politeknik Lamandau, Rabu (14/1/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Debby Pramana Putra resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC GMNI Lamandau untuk masa bakti 2026–2028.

Dalam sambutannya, Bupati Rizky menyampaikan bahwa dirinya tidak asing dengan GMNI. Ia mengaku lahir dari dunia aktivisme dan memiliki kedekatan dengan organisasi mahasiswa sejak lama.

"Selamat kepada Bung Debby yang baru saja dilantik. Saya minta terus belajar dan terbuka menerima masukan, karena idealisme itu selalu berbicara tentang metodologi," ujar Rizky.

Bupati juga berharap kader-kader GMNI ke depan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah, termasuk masuk dalam ruang-ruang pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga nasional.

"Dalam waktu dekat akan ada Pilkades serentak. Saya berharap ada kader GMNI yang ikut serta dan kelak menjadi pemimpin, bahkan sampai tingkat nasional," tambahnya.

Menurut Rizky, GMNI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa, terutama dalam melahirkan kader-kader pemimpin yang berpihak kepada rakyat dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

"Di tingkat daerah, GMNI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus kekuatan moral dan intelektual yang memberi masukan konstruktif bagi arah pembangunan Kabupaten Lamandau," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Lamandau terpilih, Debby Pramana Putra, mengatakan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi bagian dari proses politik dan sejarah perjuangan GMNI di Lamandau.

Ia menegaskan bahwa GMNI Lamandau lahir dari keterbatasan, namun justru dari situlah militansi dan kesadaran ideologis para kader terbangun.

"GMNI tidak dibangun oleh fasilitas dan kenyamanan, melainkan oleh keberanian untuk tetap berdiri di pihak rakyat kecil, kaum Marhaen," tegasnya.

Debby juga menyampaikan bahwa dinamika dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari pendidikan politik kader, yang justru membuat organisasi semakin dewasa dan kuat.

Menjelang persiapan menuju status DPC definitif, ia menekankan bahwa hal tersebut bukan hanya soal struktur organisasi, tetapi juga kesiapan ideologis dan komitmen perjuangan.

"Definitif berarti kesiapan menjadikan GMNI sebagai alat perjuangan rakyat, bukan sekadar simbol gerakan," katanya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat persatuan, menjaga disiplin ideologi, dan menegakkan nilai-nilai Marhaenisme demi memastikan GMNI Lamandau tetap relevan dan berpihak kepada rakyat. (BY/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard