seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Remaja 17 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Cempaga Hulu, Polisi Amankan TKP

by Redaksi - Tanggal 17-01-2026,   jam 12:59:50
Pihak kepolisian identifikasi korban gantung diri di Desa Selucing. FOTO: POLRES KOTIM Pihak kepolisian identifikasi korban gantung diri di Desa Selucing. FOTO: POLRES KOTIM

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

 

 

SB, SAMPIT - Personel Polsek Cempaga Hulu, Polres Kotawaringin Timur (Kotim), mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi penemuan seorang remaja laki-laki yang meninggal dunia akibat gantung diri di Perumahan Estate SDME, Desa Selucing, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim, pada Jumat (16/1/2026).

Korban diketahui berinisial A (17), yang ditemukan meninggal dunia di pintu kamar rumah orang tuanya.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zukarnain, melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB oleh Humas PT WNL kepada Polsek Cempaga Hulu.

Mendapatkan laporan tersebut, personel piket Polsek Cempaga Hulu langsung mendatangi TKP. 

"Saat tiba di lokasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan telah dibaringkan di ruang tengah rumah oleh pihak keluarga," jelas AKP Edy.

Hasil olah TKP, petugas menemukan seutas tali nilon yang dilapisi kain baju warna hitam terikat pada kusen pintu kamar. 

Di bawahnya terdapat satu buah bok salon ukuran sedang yang diduga digunakan korban sebagai pijakan saat melakukan gantung diri.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta visum et repertum di Puskesmas Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu.

"Tindakan kepolisian yang dilakukan meliputi mendatangi TKP bersama tenaga kesehatan PT WNL, melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi-saksi, serta melakukan visum et repertum terhadap jenazah," tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Pundu, korban dinyatakan meninggal dunia akibat gantung diri. Ditemukan bekas memar di leher korban, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Kasi Humas juga menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya saat pulang ke rumah dan melihat korban dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar. 

Orang tua korban kemudian meminta bantuan warga sekitar yang datang ke lokasi dan secara spontan menurunkan korban.

"Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan meminta agar tidak dilakukan otopsi serta tidak menuntut secara hukum," pungkas AKP Edy. (f1/SB)