Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Pastikan Pengembangan GTK Tetap Optimal Meski Efisiensi Anggaran

Redaksi 27-01-2026, 02:06 WIB 2 menit baca
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kotim, Edy Sucipto
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kotim, Edy Sucipto

SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) memastikan pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan (GTK) tetap berjalan optimal meskipun adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kotim, Edy Sucipto, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pengurangan anggaran untuk kegiatan pengembangan kompetensi GTK.

“Alhamdulillah, khusus untuk GTK sama sekali tidak ada pengurangan. Kegiatan pengembangan seperti workshop, seminar, dan peningkatan kompetensi tetap berjalan, dan tahun ini tidak ada masalah bagi kami,” ujar Edy, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, ke depan Disdik Kotim menyesuaikan kebijakan pengembangan GTK dengan regulasi terbaru, salah satunya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 yang mensyaratkan kepala sekolah wajib memiliki sertifikat khusus.

“Sekarang kepala sekolah tidak lagi seperti dulu. Mereka harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan dan diwajibkan mulai tahun 2025 kemarin. Karena itu, GTK sebagai leading sektor akan melakukan diklat BCKS,” jelasnya.

Sementara itu, untuk guru, Disdik Kotim menetapkan skala prioritas pengembangan, terutama bagi guru-guru senior atau yang telah memasuki masa prioritas penggantian.

“Skala prioritas kita adalah mengganti guru-guru yang sudah senior atau yang memang sudah sampai prioritasnya,” katanya.

Di bidang persekolahan, Disdik Kotim juga mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pada tahun ini, terdapat sejumlah terobosan dalam pelaksanaan SPMB, khususnya di jenjang SD dan SMP.

“Untuk SMP, tahun kemarin sudah mulai SPMB online, tetapi masih terbatas di beberapa sekolah. Tahun ini kita perluas, lebih banyak sekolah yang ikut,” ungkap Edy.

Tak hanya SMP, jenjang SD juga mulai menerapkan sistem serupa, khususnya untuk sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.

“Untuk SD dalam kota, ada 25 sekolah yang melakukan SPMB online. Kalau tidak salah, 15 sekolah di Kecamatan Ketapang dan 10 sekolah di Kecamatan Baamang,” lanjutnya.

Menurut Edy, terobosan tersebut tetap dapat dilakukan meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dengan menjalin kerja sama bersama pihak ketiga.

“Alhamdulillah, di sela-sela efisiensi anggaran kita tetap bisa bekerja sama dengan pihak Telkomsel,” pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard