Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Pemkab Kapuas Gelar Rakor Perusahaan Kehutanan, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Karhutla

Redaksi 19-02-2026, 09:45 WIB 2 menit baca
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai serta Kepala DPMPTSP Kapuas Teguh Yunianto memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perusahaan sektor kehutanan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas, Rabu (18/1/2026), di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas. FOTO: HUMAS/SB
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai serta Kepala DPMPTSP Kapuas Teguh Yunianto memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perusahaan sektor kehutanan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas, Rabu (18/1/2026), di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas. FOTO: HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perusahaan sektor kehutanan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas, Rabu (18/1/2026), di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas.

Rakor dipimpin langsung oleh Muhammad Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai serta Kepala DPMPTSP Kapuas Teguh Yunianto. Kegiatan tersebut dihadiri unsur perangkat daerah terkait dan perwakilan perusahaan pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan di wilayah Kapuas.

Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, tertib, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Wiyatno juga menyoroti masih terjadinya konflik dan sengketa lahan antara perusahaan dan masyarakat, baik di sektor perkebunan, pertambangan, maupun kehutanan.

"Persoalan tersebut kerap berujung pada tindakan anarkis dan proses hukum, sehingga mengganggu kondusivitas daerah," ucapnya.

"Pemerintah daerah pada prinsipnya menyambut dan mempermudah investasi di Kabupaten Kapuas. Namun hak-hak masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai perusahaan merasa sudah menyelesaikan kewajibannya, tetapi di sisi lain masyarakat merasa belum," tegasnya.

Ia juga mengingatkan adanya oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana, sehingga berpotensi memicu konflik baru dan menghambat penyelesaian masalah.

Selain persoalan lahan, Bupati menekankan pentingnya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Menurutnya, karhutla menjadi ancaman serius karena titik api kerap berada di kawasan yang sulit dijangkau.

"Kalau karhutla sudah terjadi, akan sangat sulit menanganinya. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas bersama, khususnya bagi perusahaan kehutanan yang beroperasi di lapangan," jelasnya.

Dalam forum tersebut, Bupati juga meminta perusahaan lebih terbuka dan transparan kepada pemerintah daerah terkait proses administrasi maupun operasional kegiatan investasi, agar pengawasan dan koordinasi dapat berjalan optimal.

Rakor turut membahas isu strategis lainnya seperti penataan kawasan hutan, kepatuhan terhadap perizinan, pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR), serta dukungan perusahaan terhadap pembangunan daerah.

"Pemkab Kapuas berharap perusahaan sektor kehutanan dapat berkontribusi lebih besar melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," pungkasnya. (hms/f4) 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard