Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Halikinnor Minta PBS Bantu Sumbang Beras untuk Panti Asuhan dan Warga Kurang Mampu

Redaksi 21-02-2026, 01:53 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor saat mengunjungi Bazar Ramadan di Taman Kota Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor saat mengunjungi Bazar Ramadan di Taman Kota Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor mendorong perusahaan besar swasta (PBS) di wilayahnya agar ikut berkontribusi dalam penyediaan bantuan beras bagi warga kurang mampu dan panti asuhan selama bulan Ramadan.

Menurut Halikinnor, potensi dukungan dari sektor swasta di Kotim sangat besar dan seharusnya bisa dioptimalkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Saya minta ini menjadi perhatian OPD terkait. Kita punya banyak perusahaan besar swasta. Kalau setiap perusahaan menyumbang 100 kilogram beras saja, saya yakin mereka pasti mau membantu,” kata Halikinnor, Sabtu (21/2/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut setelah melihat penyaluran beras dari pemerintah daerah melalui dinas terkait bersama mitra distributor, yang dinilainya masih terbatas. Dari total 150 kilogram beras yang disalurkan, bantuan tersebut harus dibagi kepada tiga panti asuhan, yakni Annida Qolbu, Bahagia, dan Putra Borneo, masing-masing menerima 50 kilogram.

“Kalau melihat kebutuhan di lapangan, tentu ini masih kurang. Sementara potensi dari sektor perkebunan, pertambangan, hingga perbankan sangat besar, hanya saja belum kita gali secara maksimal,” tegasnya.

Halikinnor juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih proaktif menjelang pembukaan Pasar Ramadan. Ia menekankan pentingnya komunikasi aktif dengan PBS, baik melalui surat resmi maupun koordinasi langsung, untuk menggalang bantuan minimal 100 kilogram beras per perusahaan.

“Kalau ada perusahaan yang tidak mau membantu, laporkan ke saya. Biasanya kalau saya langsung hubungi owner-nya, jangankan 100 kilogram, satu ton pun bisa mereka berikan. Tinggal bagaimana kita yang harus aktif,” katanya.

Ia optimistis, dengan banyaknya PBS yang beroperasi di Bumi Habaring Hurung, pengumpulan bantuan beras hingga beberapa ton bukanlah hal sulit.

Jika bantuan terkumpul dalam jumlah besar, sasaran penyaluran pun dapat diperluas, tidak hanya untuk panti asuhan dan pondok pesantren, tetapi juga bagi warga kurang mampu seperti janda miskin dan pekerja berpenghasilan rendah.

“Bantuan 20 sampai 25 kilogram per kepala keluarga itu sangat membantu untuk kebutuhan satu bulan. Apalagi saat puasa, tenaga dan waktu terbatas. Setidaknya mereka tidak perlu khawatir soal kebutuhan makan. Itulah makna berbagi di bulan penuh berkah ini,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard