seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Mediasi Berujung Kekerasan, Camat Mentaya Hilir Utara Lapor ke Polda Kalteng

by Redaksi - Tanggal 12-03-2026,   jam 01:22:47
Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah ketika melapor ke Ditreskrimum Polda Kalteng atas dugaan penganiayaan. (FOTO:ISTIMEWA) Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah ketika melapor ke Ditreskrimum Polda Kalteng atas dugaan penganiayaan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya saat kericuhan dalam rapat mediasi terkait polemik kepengurusan Gapoktanhut Bagendang Raya. Laporan tersebut disampaikan Zikrillah ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

Insiden itu terjadi saat pemerintah kecamatan memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak yang berselisih terkait kepengurusan Gapoktanhut Bagendang Raya di Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Usai membuat laporan polisi, Zikrillah juga menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah sekitar pukul 23.30 WIB sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Sempat dirontgen tadi, hasilnya aman. Tetapi dari pemeriksaan luar ada memar di bagian kepala,” ujar Zikrillah.

Ia mengaku masih merasakan nyeri di bagian kepala setelah kejadian tersebut karena serangan fisik yang diterimanya diduga menyasar bagian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam laporan tersebut disebutkan bahwa dugaan penganiayaan dilakukan oleh lebih dari 10 orang. Beberapa di antaranya bahkan diketahui merupakan perempuan yang berada di lokasi saat kericuhan terjadi.

Peristiwa bermula ketika rapat mediasi berlangsung dan situasi di dalam ruangan mulai memanas. Keributan kemudian tidak terhindarkan hingga terjadi aksi dorong-dorongan serta pelemparan yang mengarah kepada camat.

Dalam video yang beredar di masyarakat, Zikrillah terlihat sempat terdesak oleh kerumunan massa hingga hampir terjatuh di tengah keributan.

Beruntung aparat kepolisian yang berjaga di lokasi bersama anggota Koramil serta sejumlah warga segera mengamankan camat dari kerumunan massa. Sebelumnya, sejak Rabu pagi masyarakat telah mendatangi Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Mereka mendesak camat untuk mengesahkan pergantian Ketua Gapoktanhut secara sepihak.

Saat camat berupaya melakukan mediasi dengan didampingi aparat keamanan, situasi justru semakin memanas hingga terjadi aksi tekanan terhadap camat.

Bahkan Zikrillah disebut dipaksa menandatangani dokumen terkait pergantian kepengurusan tersebut. Di sisi lain, polemik Gapoktanhut Bagendang Raya sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Permasalahan mencuat setelah kegiatan panen massal di lahan tersebut terhenti.

Saat ini area lahan juga sempat dijaga oleh aparat kepolisian karena panen diduga dilakukan oleh pihak yang bukan merupakan kelompok tani yang memiliki hak atas lahan tersebut.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap camat itu kini tengah ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (f1/sb)