Anggota DPR RI, Muhammad Syauqie
SB, SAMPIT – Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan nasional di Kalimantan Tengah.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul data terbaru Kementerian PU tahun 2025/2026 yang menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan panjang jalan nasional rusak terpanjang di Indonesia, mencapai 191,56 kilometer.
Syauqie mengungkapkan, persoalan infrastruktur jalan di Kalteng telah menjadi perhatian serius Komisi V DPR RI yang membidangi sektor tersebut. Ia menegaskan, pihaknya terus menyuarakan kondisi tersebut dalam setiap rapat bersama kementerian terkait.
“Kami meminta pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum untuk bisa memberikan perhatian khusus kepada Kalimantan Tengah,” ujar Syauqie, Senin (16/3/2026).
Ia juga mengakui bahwa upaya perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara cepat, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah saat ini.
“Namun ini juga harus sinergi dengan kondisi fiskal kita. Fiskal kita masih belum terlalu kuat sehingga tentu membutuhkan waktu,” jelasnya.
Meski demikian, Syauqie tetap optimistis kondisi jalan nasional di Kalteng dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan peningkatan alokasi anggaran.
“Insya Allah paling lambat dua sampai tiga tahun lagi kita akan kembalikan bahwa kita bukan yang terpanjang. Bahkan mungkin kita yang terpendek,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya memperjuangkan perbaikan jalan tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Menurutnya, berbagai dokumen dan rekomendasi terkait kondisi jalan telah disampaikan secara resmi kepada kementerian, dengan dukungan dari bupati, wali kota, hingga gubernur di Kalimantan Tengah.
“Jadi Pak Bupati sudah berjuang, Pak Gubernur juga berjuang. Kami yang di pusat pun sama-sama berjuang agar Menteri PU bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun dan memperbaiki jalan di Kalimantan,” pungkasnya. (f1/sb)