Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Tinjau Kesiapan Objek Wisata Jelang Idul Fitri, Utamakan Keamanan dan Kebersihan

Redaksi 18-03-2026, 09:41 WIB 2 menit baca
Plt Kepala Disbudpar Kotim, Ramadansyah mendampingi wabup melakukan peninjaan lokasi wisata. (FOTO:ISTIMEWA)
Plt Kepala Disbudpar Kotim, Ramadansyah mendampingi wabup melakukan peninjaan lokasi wisata. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah objek wisata. Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas serta menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung selama masa liburan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kotim, Ramadansyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati dan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti kepolisian, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Ibu Wakil Bupati serta pihak kepolisian, Satpol PP, Damkar, dan BPBD meninjau langsung tempat-tempat wisata yang menjadi tujuan masyarakat selama libur Lebaran,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Beberapa objek wisata yang dikunjungi dalam peninjauan tersebut antara lain Danau Alam Salju, Kolam Aquarius, dan sejumlah waterpark. Berdasarkan hasil pemantauan, lokasi-lokasi ini diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung, khususnya pada hari kedua dan ketiga Lebaran.

Ramadansyah menyebutkan, tren kunjungan wisata biasanya meningkat setelah hari pertama Idul Fitri, ketika masyarakat mulai mencari tempat rekreasi bersama keluarga.

“Biasanya hari kedua dan ketiga Lebaran masyarakat mulai mencari tempat wisata. Bahkan tahun lalu, Danau Alam Salju bisa mencapai sekitar 5.000 pengunjung per hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Disbudpar menekankan pentingnya aspek keselamatan, terutama di destinasi yang memiliki potensi bahaya seperti kawasan perairan. Pengelola diminta untuk memasang rambu peringatan di titik rawan serta aktif mengingatkan pengunjung.

“Kami minta pengelola memasang imbauan di titik-titik berbahaya, serta mengingatkan orang tua agar selalu memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai berwisata justru menimbulkan duka,” tegasnya.

Selain itu, lokasi yang bukan merupakan objek wisata resmi juga menjadi perhatian. Pemerintah meminta agar area tersebut tidak digunakan sebagai tempat rekreasi tanpa pengamanan yang memadai.

“Kalau memang bukan tempat wisata, sebaiknya ditutup atau diberi portal serta papan peringatan, misalnya larangan berenang karena kedalaman berbahaya,” tambahnya.

Tak hanya keselamatan, aspek kebersihan juga menjadi fokus utama dalam peninjauan. Disbudpar meminta pengelola menambah fasilitas tempat sampah untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah selama liburan.

“Kalau pengunjung ramai, otomatis sampah juga meningkat. Maka tempat sampah harus ditambah agar masyarakat terbiasa tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Sebagai contoh, kawasan Pantai Ujung Pandaran disebut berpotensi dipadati wisatawan sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan kebersihan.

“Bayangkan satu orang membawa satu kaleng minuman, kalau ribuan orang datang tentu sampahnya sangat banyak. Ini yang harus kita antisipasi agar wisata di Kotim tetap nyaman,” pungkas Ramadansyah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard