seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Dua Hari Pencarian, Remaja Tenggelam di Sungai Bulik Ditemukan Tak Bernyawa

by Redaksi - Tanggal 19-03-2026,   jam 12:04:07
Tim SAR ketika melakukan evakuasi terhadap jasad korban tenggelam di Sungai Bulik, Lamandau. (FOTO:ISTIMEWA) Tim SAR ketika melakukan evakuasi terhadap jasad korban tenggelam di Sungai Bulik, Lamandau. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, NANGA BULIK – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Sungai Bulik, Desa Sungkup, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Kamis (19/03/2026) pagi. Korban bernama Kristian Rio Ekatama (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (18/03/2026) pagi saat korban mandi di sungai bersama teman-temannya. Berdasarkan keterangan warga, korban sempat melompat dari atas batu di pinggir sungai. Namun diduga ia kehilangan keseimbangan saat mendarat dan langsung terjatuh ke dalam air hingga terseret arus.

Salah seorang warga setempat yang ikut menyaksikan kejadian tersebut menuturkan, Korban sempat terlihat melompat dari batu, tapi setelah itu langsung hilang tenggelam. Teman-temannya panik dan langsung minta tolong ke warga sekitar.

Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh warga secara mandiri, namun derasnya arus sungai serta keterbatasan alat membuat korban belum berhasil ditemukan. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Tim SAR.

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran sejak pagi hari. Koordinator lapangan Basarnas, Fajar, mengungkapkan bahwa korban akhirnya ditemukan pada pukul 06.40 WIB.

“Pada pukul 06.40 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dan berhasil menemukan korban sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Fajar.

Ia menambahkan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai serta titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi tersangkutnya korban.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Sungkup untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Operasi SAR berjalan dengan lancar berkat sinergi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kami kembalikan ke kesatuan masing-masing,” tegas Alit.

Adapun Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari personel Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, BPBD Kabupaten Lamandau, Polsek Bulik Timur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sungkup, perangkat desa, serta masyarakat dan keluarga korban yang turut membantu sejak hari pertama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada kondisi arus yang tidak menentu. (sb)