Kobaran api membakar bangun gedung sarang walet. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Suasana tenang di kawasan Jalan Temanggung Kenyapi, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 15.22 WIB. Warga yang tengah beraktivitas di sore hari dikejutkan oleh kobaran api besar yang melahap sebuah bangunan sarang walet tiga tingkat milik H Adi.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas bangunan. Dalam hitungan menit, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian gedung, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga terlihat dari kejauhan.
“Awalnya cuma asap, tapi tidak lama kemudian langsung besar apinya. Kami semua langsung panik dan keluar rumah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kebakaran yang terjadi di kawasan cukup padat tersebut membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya bahkan sempat berupaya menyelamatkan barang berharga sebelum api semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Bangunan sarang walet yang sebagian besar berbahan beton dan dilengkapi instalasi listrik untuk operasional itu akhirnya tidak mampu diselamatkan. Api melalap habis seluruh isi bangunan hingga menyisakan kerangka.
Tidak hanya itu, dampak kebakaran juga dirasakan bangunan di sekitarnya. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada tepat di samping lokasi turut terdampak. Satu unit pendingin ruangan (AC) dilaporkan ikut terbakar, sementara kaca jendela bangunan pecah akibat suhu panas tinggi dari kobaran api.
Tak lama setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan sejumlah unit armada. Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena petugas harus berjibaku dengan api yang terus membesar serta kondisi bangunan yang cukup tinggi.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendali Operasi dan Komunikasi Penyelamatan, Sucipto, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.
“Begitu menerima laporan, kami segera menerjunkan beberapa unit armada ke lokasi. Api berhasil kami kendalikan dan padamkan dalam waktu relatif singkat sehingga tidak merembet lebih luas,” jelasnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian material diperkirakan cukup besar. Berdasarkan data sementara, nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta. Namun demikian, angka tersebut masih akan dilakukan pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan guna memastikan asal mula api, termasuk kemungkinan adanya korsleting listrik atau faktor lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan bertingkat yang menggunakan instalasi listrik secara intensif. Warga juga diimbau untuk memastikan sistem keamanan dan kelistrikan dalam kondisi baik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (sb)