seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Domino Kini Jadi Olahraga Resmi di Kotim, DPRD Dukung Generasi Muda Raih Prestasi

by Redaksi - Tanggal 04-04-2026,   jam 10:09:45
Anggota DPRD Kotim, Dapil Kotim, Ferry Khaidir menghadiri kejuaraan cabang olahraga domino yang digelar oleh Orado Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Dukungan terhadap perkembangan olahraga domino di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengalir. Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari daerah pemilihan Kotim, Ferry Khaidir, menilai domino memiliki potensi besar sebagai aktivitas positif, terutama bagi generasi muda.

“Olahraga domino ini termasuk yang populer di masyarakat. Harapannya bisa mengarahkan pemuda-pemuda kita ke hal yang positif, apalagi Kotim termasuk zona merah narkoba,” ujar Ferry, Sabtu (4/4/2026).

Ia berharap kehadiran organisasi domino seperti Orando Kotim mampu mengalihkan perhatian generasi muda dari kegiatan negatif ke aktivitas yang lebih bermanfaat. Ferry optimistis, dengan pembinaan yang tepat, Kotim bisa menorehkan prestasi di tingkat nasional.

“Dengan adanya Orando dan perkembangan domino di Kotim, kita berharap prestasinya bisa meningkat. Mudah-mudahan Kotim nantinya bisa mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” tambahnya.

Selain itu, Ferry menegaskan kesiapannya mendukung penuh setiap kegiatan dan kejuaraan domino di Kotim. “Secara pribadi, ketika pengurus meminta dukungan, tentu kita support,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap kejuaraan domino tingkat kabupaten yang digelar. Menurutnya, kegiatan malam itu merupakan kejuaraan formal pertama setelah sebelumnya digelar turnamen mini eksibisi.

“Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang melebihi kapasitas. Panitia baru bisa mengakomodir 34 tim karena keterbatasan sumber daya,” jelas Riskon.

Ia menekankan bahwa domino kini telah naik kelas menjadi cabang olahraga resmi. Aturan permainan pun berbeda dari sebelumnya, termasuk format tim dan jenis alat yang digunakan. Satu tim terdiri dari tiga orang, dan balok akrilik menggantikan kartu biasa, sesuai aturan standar olahraga.

Ke depan, Riskon berharap masyarakat lebih memahami aturan permainan dan semakin banyak berpartisipasi dalam kejuaraan. “Harapannya, masyarakat yang belum ikut bisa belajar dari yang sudah terjun, sehingga ke depan bisa ikut berpartisipasi,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong generasi muda Kotim berprestasi melalui domino, sekal (f1/sb)