Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Bupati Kapuas Hadiri Rakor Pengendalian Karhutla 2026 di Jakarta

Redaksi 09-04-2026, 12:04 WIB 1 menit baca
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno menerima bantuan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai 2 Plaza Kuningan Menara Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/4/2026).FOTO: HUMAS/SB
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno menerima bantuan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai 2 Plaza Kuningan Menara Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/4/2026).FOTO: HUMAS/SB

SB, JAKARTA – Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai 2 Plaza Kuningan Menara Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Rakor tersebut diikuti para kepala daerah dari seluruh Indonesia bersama instansi terkait, sebagai upaya memperkuat sinergi dan langkah strategis dalam pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai upaya pengendalian karhutla, mulai dari deteksi dini, kesiapan personel, penyediaan sarana dan prasarana, hingga koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah.

Bupati Kapuas menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas termasuk wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran lahan, sehingga diperlukan langkah antisipatif yang terencana dan berkelanjutan.

"Melalui rakor ini, diharapkan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat serta penguatan peran seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penanganan karhutla di daerah dapat semakin optimal guna meminimalisir dampak kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. (hms/f4) 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard