ILUSTRASI
SB, SAMPIT – Kepolisian Sektor Baamang, Polres Kotawaringin Timur (Kotim), terus mengusut kasus hilangnya bendahara desa berinisial AS yang turut membawa uang sebesar Rp1,4 miliar milik Koperasi Harapan Makmur.
Hingga kini, polisi masih menelusuri keberadaan AS sekaligus mengungkap dugaan hilangnya dana dalam jumlah besar tersebut.
Kapolsek Baamang, Iptu Dr Helmi Hamdani, menegaskan pihaknya telah membentuk langkah penyelidikan lanjutan untuk mengurai rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami terus mengusut keberadaan yang bersangkutan dan uang yang dibawanya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
AS diketahui terakhir kali membawa dana Sisa Hasil Kebun (SHK) koperasi senilai Rp1,4 miliar sebelum dilaporkan hilang tanpa kabar. Tak lama setelah itu, kendaraan yang digunakannya ditemukan di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 9, Baamang Hulu, dalam kondisi rusak.
Mobil tersebut ditemukan dengan kaca pecah, ban kempes, dan spion rusak, namun AS tidak berada di lokasi, termasuk uang yang dibawanya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil, telepon genggam, tas selempang, serta dokumen perbankan milik korban.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk memperjelas kronologi sebelum hingga sesudah kejadian.
Hingga saat ini, penyidik belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut mengarah pada tindak pidana pencurian, penggelapan, atau adanya faktor lain yang melatarbelakanginya.
“Semua kemungkinan masih kami usut. Fokus kami adalah mengungkap keberadaan korban dan aliran dana tersebut,” tegas Kapolsek.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor guna membantu mempercepat proses pengungkapan. (f1/sb)