Pemkab Lamandau Genjot Kompetensi Pengelola Obat dan Peningkatan Mutu Layanan Farmasi di FKTP 2026
SB, NANGA BULIK - Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dasar dengan menggelar pertemuan peningkatan kompetensi petugas pengelola obat sekaligus peningkatan mutu pelayanan farmasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kegiatan yang berlangsung di Aula BKD Nanga Bulik ini diikuti oleh seluruh pimpinan Puskesmas beserta staf se-Kabupaten Lamandau, serta perwakilan dari RSUD Gusti Abdul Gani, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, dr. Rosmawati, S.Si., Apt., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ketersediaan obat yang cukup, aman, dan bermutu merupakan salah satu pilar utama dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pengelolaan obat yang profesional dan terencana menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
“Perencanaan kebutuhan obat harus disusun secara sistematis melalui Rencana Kebutuhan Obat (RKO) yang mengacu pada pola penyakit di masing-masing wilayah kerja,” tegasnya.
Pertemuan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Damar Pramusinta, MPH, yang memberikan penguatan materi terkait strategi pengelolaan obat yang efektif dan efisien di tingkat pelayanan dasar.
Tak hanya sebagai forum peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan distribusi obat di seluruh FKTP. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kekosongan stok (stockout) maupun penumpukan obat (overstock) yang dapat berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan.
Peserta didorong untuk aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan demikian, solusi yang tepat dan cepat dapat dirumuskan secara bersama demi perbaikan sistem pengelolaan obat ke depan.
Kepala Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam menghitung kebutuhan riil obat agar distribusi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas pengelola obat di Kabupaten Lamandau semakin profesional dan kompeten dalam menjalankan tugasnya. Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus meningkat, baik dari segi kualitas, ketersediaan, maupun keberlanjutannya. (sb/*)