Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Bupati Lamandau Lantik 234 PNS, Tekankan Disiplin, Integritas dan Larangan Mutasi Dini

Redaksi 05-05-2026, 12:11 WIB 2 menit baca
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra potong tumpeng pada momentum di hari ulang tahun usai melantik ratusan PNS. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra potong tumpeng pada momentum di hari ulang tahun usai melantik ratusan PNS. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, NANGA BULIK – Sebanyak 234 aparatur resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam prosesi penyerahan keputusan sekaligus pengambilan sumpah/janji yang digelar khidmat di GPU Lantang Torang, Selasa (5/5/2026). Dari jumlah tersebut, 225 merupakan PNS baru, sementara 9 lainnya adalah PNS lama yang baru mengikuti pengambilan sumpah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa sumpah/janji PNS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral dan spiritual yang harus dijaga sepanjang pengabdian.

“Jangan pernah menganggap ini hanya formalitas. Ini adalah tanggung jawab moral dan spiritual kepada negara dan Tuhan Yang Maha Esa yang harus dipegang teguh dalam setiap tugas,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan para PNS agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital yang penuh dengan arus informasi cepat. Ia menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga nama baik institusi dan profesi.

Selain itu, ia mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan inovasi dan kinerja dalam pelayanan publik guna mendukung visi besar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Namun demikian, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan peringatan keras terkait disiplin ASN. Ia menegaskan bahwa PNS yang baru dilantik tidak diperkenankan mengajukan mutasi sebelum masa pengabdian minimal 10 tahun.

“Saya minta hilangkan keinginan pindah. Saudara sudah menandatangani pernyataan siap mengabdi minimal 10 tahun,” ujarnya dengan tegas.

Bupati juga menyoroti masih adanya tenaga kesehatan dan guru, terutama di wilayah pedesaan, yang dinilai kurang disiplin dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan tidak menginginkan pola kerja yang tidak profesional.

“Saya tidak senang dengan prinsip kerja ‘asal bos senang’. Yang saya butuhkan adalah dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab nyata,” katanya.

Di sisi lain, ia tetap memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru dilantik. Ia berharap para aparatur tersebut dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat kepada seluruh PNS yang baru dilantik. Jadikan ini awal pengabdian terbaik untuk masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (by/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard