seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Rebutan Antrean Solar di SPBU, Dua Sopir Truk Terlibat Keributan

by Redaksi - Tanggal 07-05-2026,   jam 01:35:48
Dua sopir truk di Sampit terlibat keributan saat mengantre Solar di SPBU. (FOTO: ISTIMEWA) Dua sopir truk di Sampit terlibat keributan saat mengantre Solar di SPBU. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Keributan antarwarga terjadi di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (6/5/2026) siang. Insiden tersebut diduga dipicu rebutan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan melibatkan sopir truk towing dan sopir dump truk yang sama-sama datang untuk membeli solar di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Suasana di lokasi sempat memanas ketika kedua sopir terlibat adu mulut hingga menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang khawatir keributan semakin membesar kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Jaya Karya Ipda Fauzi Alamsyah membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, permasalahan itu saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

“Permasalahan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Jaya Karya,” kata Fauzi, Kamis (7/5/2026).

Fauzi menjelaskan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti terjadinya keributan maupun kemungkinan adanya korban dalam insiden tersebut. Namun, situasi di lokasi kini telah kondusif.

Menurut informasi sementara, salah satu sopir dump truk diduga sedang terburu-buru karena hendak berangkat bekerja mengangkut buah kelapa sawit sehingga memicu cekcok saat antre mengisi solar.

“Yang jelas saat mengisi, sopir dump truk ini sedang terburu-buru karena ingin pergi bekerja mengangkut buah kelapa sawit. Akhirnya terjadilah keributan. Untuk informasi lebih lanjut nanti kami sampaikan kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, antrean panjang kendaraan pengisi BBM jenis solar masih terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kotim dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat serta terbatasnya pasokan BBM di beberapa daerah. (f1/sb)