Panitia Masjid Jami As-Salam memperlihatkan kupon palsu. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Dugaan penipuan bermodus kupon kurban palsu menggegerkan pembagian daging kurban di Masjid Jami As-Salam, Sampit, Rabu (27/5/2026). Lebih dari 10 warga dilaporkan datang membawa kupon yang ternyata tidak terdaftar sebagai kupon resmi panitia.
Kasus ini pertama kali terungkap saat sejumlah warga mendatangi lokasi pembagian kurban sejak pagi hari untuk menukarkan kupon yang mereka terima.
Panitia kurban Masjid Jami As-Salam, Muhammad Isa Anshari, mengatakan kupon yang dibawa warga sekilas tampak meyakinkan karena memuat nama dan alamat penerima.
“Tadi pagi ada korban datang untuk menukar kupon. Setelah dicek, ternyata berbeda dengan kupon resmi kami,” ujarnya.
Setelah ditelusuri, para korban diketahui berasal dari luar lingkungan sekitar masjid dengan jarak rata-rata sekitar lima kilometer dari lokasi.
“Rata-rata bukan warga sekitar masjid. Mereka datang dari wilayah yang cukup jauh,” katanya.
Tidak hanya membagikan kupon palsu, pelaku juga diduga menjalankan berbagai modus untuk mengambil uang korban. Salah satu korban bahkan mengaku kehilangan Rp 400 ribu setelah ditawari pembelian CCTV.
“Ada ibu-ibu yang mengaku diminta membeli CCTV seharga Rp 400 ribu. Setelah uang diberikan, pelakunya hilang dan tidak bisa dihubungi,” ungkap Isa.
Selain itu, pelaku juga disebut meminta sumbangan atas nama anak yatim hingga menawarkan jasa servis elektronik untuk meyakinkan korban. Semua modus tersebut dibumbui dengan janji pemberian kupon kurban.
“Kupon itu dijadikan alat agar korban percaya,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku merupakan seorang pria bertubuh pendek yang mengaku berasal dari Kediri dan mengatasnamakan panitia masjid. Namun hingga kini identitas pelaku belum diketahui karena tidak ada dokumentasi maupun rekaman CCTV yang mengarah kepadanya.
Panitia telah meminta para korban membuat laporan resmi ke kepolisian. Informasi awal terkait dugaan penipuan tersebut juga sudah diterima aparat Polsek Ketapang yang berjaga di lokasi.
“Kami imbau masyarakat jangan mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan panitia masjid dan meminta uang. Pastikan dulu langsung ke pihak masjid,” pungkasnya. (f1/sb)