Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain meninjau barang bukti pencurian. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Peredaran narkotika di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak kriminal, termasuk pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku pencurian sawit yang berhasil diamankan polisi diketahui positif menggunakan narkoba.
“Dari beberapa kasus pencurian TBS yang kami ungkap, ada pelaku yang positif narkoba. Ini menjadi perhatian kami karena penyalahgunaan narkotika ternyata berkaitan dengan tindak pidana pencurian,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Menurut Resky, temuan tersebut memperkuat dugaan adanya hubungan antara penyalahgunaan narkoba dan meningkatnya aksi kriminalitas. Karena itu, pemberantasan narkoba menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka kejahatan di wilayah Kotim.
Ia menegaskan, Polres Kotim terus menggencarkan operasi pemberantasan narkotika. Salah satunya melalui pengungkapan berbagai kasus narkoba hingga pemusnahan barang bukti sabu seberat lebih dari satu kilogram beberapa waktu lalu.
“Kami terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkoba yang berpotensi memicu tindak pidana lainnya,” tegasnya.
Meski demikian, Resky menilai faktor utama terjadinya pencurian tetap tidak lepas dari adanya niat dan kesempatan.
“Dalam teori kriminalitas, kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Ketika kesempatan terbuka, pelaku bisa menjalankan aksinya,” katanya.
Kapolres juga menyoroti maraknya informasi pencurian yang viral di media sosial namun tidak disertai laporan resmi kepada kepolisian. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat proses penyelidikan dan pengungkapan kasus.
“Banyak informasi beredar di media sosial, tetapi tidak dilaporkan secara resmi. Padahal laporan masyarakat sangat penting untuk membantu kami menindaklanjuti setiap kejadian,” ujarnya.
Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Polres Kotim bersama 13 polsek jajaran terus meningkatkan patroli di kawasan rawan, khususnya area perkebunan kelapa sawit, serta memperkuat koordinasi dengan pihak perusahaan.
“Kami rutin melakukan patroli dan menjalin kerja sama dengan perusahaan perkebunan agar potensi tindak kejahatan bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya. (f1/sb)