seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Antisipasi Karhutla PT. GAL Gelar Apel dan Kelengkapan Sarpras

by Redaksi - Tanggal 20-06-2026,   jam 11:03:08
Bupati Kapuas HM. Wiyatno yang hadir dalam Apel Siaga Karhutla yang digelar PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan PT United Agro Indonesia (UAI) di Kecamatan Mantangai, pada Jumat (18/6/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB Bupati Kapuas HM. Wiyatno yang hadir dalam Apel Siaga Karhutla yang digelar PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan PT United Agro Indonesia (UAI) di Kecamatan Mantangai, pada Jumat (18/6/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, KUALA KAPUAS - Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan PT United Agro Indonesia (UAI) di Kecamatan Mantangai, pada Jumat (18/6/2026).

Bupati Kapuas H. M. Wiyatno yang memimpin langsung apel dan dihadiri Forkopimda, Kepala SPPD serta pihak perusahaan. 

Bupati Kapuas HM. Wiyatno mengapresiasi kegiatan ini dalam langkah antisipasi dan pencegahan Karhutla. Karena seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas untuk memperkuat langkah antisipasi Karhutla menjelang puncak musim kemarau Tahun 2026.

"Apel antisipasi Karhutla digelar PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan PT United Agro Indonesia (UAI) di Kecamatan Mantangai ini sangat baik, sehingga langkah nyata kesiapan antisipasi Karhutla dengan kelengkapan personil juga Sarana Prasarana (Sapras)," ucap Bupati Kapuas. 

Menurut Wiyatno, pengalaman Karhutla yang terjadi pada tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, agar tidak terulang kembali. Sehingga kesiapan sumber daya manusia, peralatan, dan sistem pengawasan menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kebakaran.

"Seluruh perusahaan harus memastikan sarana dan prasarana pengendalian Karhutla siap operasional 100 persen. Patroli rutin harus ditingkatkan, dan seluruh potensi sumber air harus dimanfaatkan secara optimal," tegasnya. 

Bupati menegaskan penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perusahaan yang memiliki wilayah operasional luas juga harus mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyatno juga mengapresiasi langkah PT GAL yang menjalin kerja sama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 14 desa di Kecamatan Mantangai melalui penandatanganan kesepahaman. 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem pencegahan Karhutla karena masyarakat berada di garis terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran.

"Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, TNI-Polri, dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis dapat menekan angka kejadian Karhutla di Kabupaten Kapuas," jelas Wiyatno.

Sementara Manajer Pengembangan Masyarakat PT Globalindo Agung Lestari, Suryanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan apel siaga tersebut.

Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kapuas.

"Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin dengan desa-desa di dalam maupun sekitar kawasan izin usaha perusahaan. Melalui kebersamaan ini, kami berharap seluruh pihak dapat bahu-membahu mengurangi dan menekan potensi Karhutla sepanjang tahun 2026," ujar Suryanto.

Ia menegaskan, kerja sama antara perusahaan swasta dan pemerintah desa sangat penting, terutama dalam pelaksanaan patroli rutin, sosialisasi, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.

"Langkah-langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar potensi kebakaran bisa diminimalisasi," tambahnya.

Selain itu, pihak perusahaan juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat kepolisian, dan TNI apabila ditemukan aktivitas atau tindakan yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

"Kami sepakat untuk segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tertib, dan sesuai ketentuan," katanya.

Kegiatan apel siaga kemudian ditutup dengan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan puluhan personel, sekaligus menunjukkan kesiapan peralatan yang dimiliki perusahaan dalam menghadapi ancaman Karhutla. (sb)