Foto bersama usai pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan sekolah. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Badan Dakwah dan Lembaga Dakwah Islam (BDLDI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meresmikan TK BDLDI Sampit sekaligus memulai pembangunan SD BDLDI melalui peletakan batu pertama. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran 2026 yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan, Rabu (8/7/2026).
Ketua BDLDI Kotim, Dasuki, mengatakan perkemahan menjadi agenda tahunan untuk membina generasi muda melalui kegiatan Cinta Alam Indonesia.
"Perkemahan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Sekaligus kami meresmikan TK dan memulai pembangunan SD BDLDI Sampit," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 TK BDLDI menerima 16 murid baru. Sementara sembilan lulusan TK melanjutkan pendidikan ke SD BDLDI yang kini memiliki total 19 siswa.
Menurut Dasuki, pembangunan SD BDLDI dilakukan untuk membantu memperluas layanan pendidikan di Kotim, terutama karena masih ada sekolah yang daya tampungnya terbatas. "Kami ingin ikut membantu pemerintah agar lebih banyak anak bisa mendapatkan akses pendidikan," katanya.
Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan. Pada tahap awal, BDLDI memprioritaskan pembangunan tiga ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dipindahkan ke gedung baru.
Seluruh pembangunan dilakukan secara swadaya dengan dukungan para donatur. "Pembangunan akan terus kami lanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan. Target kami menghadirkan kompleks pendidikan yang dilengkapi ruang kelas, kantor, dan perpustakaan," pungkas Dasuki. (sb/*)