Anggota DPRD Kalteng, Ampera AY Mebas
SB, PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah provinsi lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak bahan bakar minyak (BBM) dan pajak kendaraan bermotor.
Anggota DPRD Kalteng, Ampera AY Mebas, mengatakan peningkatan PAD sangat penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Kita harus maksimalkan pendapatan daerah. Jangan hanya mengandalkan sumber yang selama ini berjalan, tetapi cari dan kelola semua potensi yang ada," kata Ampera, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, sektor pajak BBM masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan. Pemerintah, kata dia, perlu memperkuat pendataan agar seluruh aktivitas distribusi BBM di Kalteng dapat terpantau dengan baik.
"Jangan hanya memakai data dari Pertamina. Data dari BPH Migas juga harus dimanfaatkan, karena sumber BBM bukan hanya dari Pertamina. Ada perusahaan lain yang juga beroperasi, sehingga potensi pajaknya harus dihitung dengan tepat," ujarnya.
Ampera menilai data yang akurat akan membantu pemerintah mengetahui potensi penerimaan sebenarnya, sekaligus mencegah adanya pajak daerah yang belum tergali. Selain pajak BBM, ia juga mendorong peningkatan penerimaan dari pajak kendaraan bermotor. Menurutnya, peran Samsat di kabupaten dan kota perlu diperkuat agar lebih aktif mengingatkan masyarakat membayar pajak.
"Jangan hanya menunggu program pemutihan. Samsat harus aktif menagih wajib pajak. Data kendaraan sudah ada, tinggal dimaksimalkan. Kalau kendaraan sudah berpindah tangan, segera dorong balik nama agar data dan penerimaan lebih tertib," tegasnya.
Ampera berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota dapat bergerak bersama dalam meningkatkan PAD.
"Semua daerah punya kepentingan yang sama. Kalau PAD meningkat, maka kemampuan pemerintah dalam membangun dan melayani masyarakat juga semakin besar," pungkasnya. (sb/*)