Petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi kendala. Asap tebal membuat petugas kesulitan bernapas saat berada di lokasi kebakaran.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengatakan alat pelindung diri (APD) sebenarnya sudah tersedia. Namun, masker sulit digunakan saat asap semakin pekat.
“APD sudah lengkap, tetapi mereka bilang tidak bisa bernapas kalau menggunakan masker,” kata Irawati.
Irawati mengaku merasakan langsung kondisi tersebut saat turun ke lokasi karhutla.
“Kalau di luar bisa. Setelah masuk dan terkena kepungan asap, tidak bisa bernapas,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta petugas menggunakan alat pernapasan yang lebih aman saat masuk ke lokasi dengan asap tebal. “Kalau sudah di dalam, sepertinya harus pakai tabung oksigen. Demi keselamatan,” katanya.
Irawati menyebut beberapa titik karhutla masih mendapat penanganan, seperti Kandan, Suren, Camba, dan Manjalim. Di Kandan, Suren, dan Camba, pemadaman mendapat bantuan perusahaan melalui penggunaan motor boom.
Sementara di Manjalim, Kecamatan Parenggean, petugas masih kesulitan karena lokasi kebakaran berada di dalam dan sulit dijangkau. Selain pemadaman, pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca melalui BNPB untuk membantu mengurangi dampak kekeringan.
“Modifikasi cuaca masih dilakukan. Mudah-mudahan berhasil,” ujar Irawati. (f1/sb)