Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro
SB, PALANGKA RAYA – Siswa SDN 1 Petuk Katimpun masih harus menunggu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekolah yang berada di kawasan 3T tersebut belum menerima program karena pemerintah masih menuntaskan berbagai persiapan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, mengatakan wilayah Petuk Katimpun membutuhkan persiapan lebih karena kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur.
“Untuk daerah 3T seperti Petuk Katimpun memang masih dalam tahap persiapan. Pemerintah sedang menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis agar program ini bisa berjalan dengan baik,” kata Jati, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, SDN 1 Petuk Katimpun sebenarnya sudah beberapa kali didata sebagai calon penerima MBG. Namun, hingga kini makanan bergizi tersebut belum sampai kepada para siswa.
Jati menyebut persoalannya bukan karena Petuk Katimpun tidak masuk sasaran. Tantangan utama berada pada kesiapan administrasi, sarana pendukung hingga pola distribusi makanan ke wilayah terpencil.
“Bukan hanya Petuk Katimpun, tetapi beberapa wilayah 3T lainnya juga masih dalam proses penyiapan. Jadi bukan tidak mendapat program, melainkan masih menunggu tahapan yang sedang diselesaikan oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah perlu memastikan seluruh persiapan benar-benar matang sebelum program dijalankan. Terlebih, distribusi MBG ke daerah dengan kondisi geografis sulit membutuhkan pola khusus agar makanan dapat diterima siswa dalam kondisi baik.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kota Palangka Raya, terutama kawasan Kecamatan Rakumpit dan daerah terpencil lainnya.
Jati berharap proses persiapan tidak berlangsung terlalu lama. Menurutnya, siswa di wilayah 3T juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan manfaat program MBG.
“Yang penting ketika sudah berjalan, distribusinya bisa tepat, lancar dan berkelanjutan. Jangan sampai program sudah dimulai, tetapi kemudian terkendala karena persiapan belum matang,” pungkasnya. (sb/*)