seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Eksavator Pemkab Kotim Terbakar

by Redaksi - Tanggal 14-08-2026,   jam 17:55:00
Tampak kondisi eksavator Pemkab Kotim habis terbakar. (FOTO: ISTIMEWA) Tampak kondisi eksavator Pemkab Kotim habis terbakar. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghanguskan satu unit excavator milik Pemerintah Kabupaten Kotim. Alat berat tersebut diketahui dalam kondisi rusak dan tidak dapat dipindahkan karena mesinnya sedang menjalani perbaikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, excavator merupakan aset daerah yang ditempatkan di kecamatan untuk mendukung kegiatan masyarakat, namun saat kejadian alat itu memang sedang tidak beroperasi.

“Excavator itu memang sedang tidak beroperasi. Bagian mesinnya sudah dilepas dan dikirim ke bengkel, jadi alat beratnya tidak memungkinkan untuk digerakkan,” kata Yephi, Jumat (14/8/2026).

Yephi menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan kebakaran sejak Senin (10/8). Saat ini dinas masih mengumpulkan keterangan dari petugas lapangan, termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL), untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

“Informasi kebakarannya kami terima Senin. Setelah dilakukan pengecekan, kami akan meminta keterangan PPL yang mengetahui kondisi di lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan excavator tersebut tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. Selama berada di lokasi, ada warga yang bertugas menjaga aset tersebut. Namun, kondisi alat yang tidak memiliki mesin membuat proses evakuasi mustahil dilakukan ketika api mulai merambat.

“Penjagaan sebenarnya ada. Persoalannya, alat dalam keadaan rusak sehingga saat api mendekat tidak bisa segera dipindahkan dari lokasi,” jelasnya.

Terkait penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan excavator, Yephi meminta semua pihak menunggu hasil klarifikasi dari petugas di lapangan.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Keterangan dari petugas di lapangan akan kami kumpulkan supaya kejadian ini bisa diketahui secara jelas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ramban, Umbung, juga memastikan alat berat yang terbakar merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Kotim. Ia menyebut excavator tersebut sebelumnya digunakan warga melalui mekanisme peminjaman.

“Memang aset pemerintah daerah. Untuk bagaimana awalnya sampai terbakar, kami belum mengetahui secara pasti,” ujar Umbung.

Ia menambahkan, selama masa peminjaman terdapat warga yang ditugaskan mengawasi alat berat tersebut. Namun karena excavator tidak dapat dioperasikan, penyelamatan saat kebakaran terjadi tidak bisa dilakukan.

“Selama dipinjam memang ada warga yang mengawasi alat tersebut,” katanya.

Peristiwa itu terjadi saat karhutla melanda kawasan Bagendang. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kobaran api membakar badan excavator hingga mengeluarkan asap tebal. Hingga kini, Pemkab Kotim masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah alat berat tersebut terbakar akibat rambatan api karhutla atau faktor lainnya. (f1/sb)