Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

RSUD Murjani Catat 311 Kasus Diare, Kemarau Jadi Perhatian

Redaksi 19-09-2026, 13:40 WIB 1 menit baca
Sejumlah pasien rawat jalan di RSUD sedang menunggu antrean. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Sejumlah pasien rawat jalan di RSUD sedang menunggu antrean. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – RSUD dr. Murjani Sampit mencatat 311 pasien diare sejak Juli hingga 18 September 2026. Peningkatan kasus ini terjadi saat Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Candra E, mengatakan ratusan pasien tersebut mendapat penanganan melalui layanan rawat jalan maupun rawat inap.

“Untuk data diare dari Juli sampai 18 September, jumlahnya 311 pasien,” kata Candra, Sabtu (19/9/2026).

Berdasarkan data rumah sakit, kasus tercatat 80 pasien pada Juli, kemudian meningkat menjadi 138 pasien pada Agustus. Sementara hingga 18 September, sudah ada 93 pasien yang mendapatkan pelayanan akibat diare.

Candra mengatakan penyebab pasti peningkatan kasus belum dapat dipastikan. Namun, berkurangnya ketersediaan air bersih selama kemarau serta potensi kontaminasi debu karhutla pada makanan dan air minum menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

“Penyebab pastinya belum bisa kita pastikan. Tetapi berkurangnya sumber air bersih dan kontaminasi debu kebakaran hutan pada makanan maupun air minum bisa menjadi penyebab,” jelasnya.

RSUD dr. Murjani mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami diare, terutama anak-anak. Kebersihan makanan, air minum, dan tangan juga harus menjadi perhatian.

“Jaga kebersihan makanan dan minuman mulai dari pemilihan bahan baku sampai penyajian. Biasakan juga mencuci tangan menggunakan sabun,” imbaunya.

Masyarakat juga disarankan merebus air hingga mendidih sebelum diminum, menutup makanan dan sumber air, serta mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard