Lewati ke konten utama
Provinsi

Intrusi Air Laut Meluas, Salinitas Sungai Mentaya Tembus 650 PPM

Redaksi 19-09-2026, 13:56 WIB 2 menit baca
Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Ismanadi
Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Ismanadi

SB, SAMPIT – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengancam ketersediaan air baku. Intrusi air laut yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah selatan kini bergerak semakin jauh ke arah utara Sungai Mentaya hingga mencapai Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya kadar garam atau salinitas air sungai yang menjadi salah satu sumber air baku masyarakat. Hasil pengujian laboratorium yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya secara berkala menunjukkan kualitas air di sejumlah titik mengalami penurunan.

Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Ismanadi, mengungkapkan kadar salinitas di wilayah Pelangsian kini mulai masuk kategori waspada. Saat air sungai mengalami pasang, kadar garam tercatat dapat mencapai sekitar 400 parts per million (ppm), meski kembali menurun ketika air surut.

“Wilayah Pelangsian, ketika air pasang naik, kadar salinitasnya bisa mencapai 400 ppm. Masih bisa dikonsumsi, tetapi secara terbatas karena statusnya sudah waspada,” kata Ismanadi, Sabtu (19/9/2026).

Situasi lebih mengkhawatirkan terjadi di kawasan selatan Kotim. Wilayah yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit hingga Pulau Hanaut mengalami intrusi air laut dengan tingkat salinitas jauh lebih tinggi.

Berdasarkan hasil pengujian, kadar garam di kawasan tersebut telah menembus lebih dari 650 ppm. Kondisi itu terjadi baik saat Sungai Mentaya dalam keadaan pasang maupun surut.

“Salinitas air di selatan Kotim berada di atas 650 ppm, baik saat air pasang maupun surut, sehingga sangat tidak aman dikonsumsi. Kami sarankan hanya digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK),” tegasnya.

Menurut Ismanadi, intrusi air laut di kawasan selatan Kotim sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Kondisi ini membuat masyarakat terdampak semakin kesulitan memperoleh sumber air bersih yang aman untuk kebutuhan sehari-hari.

Mengantisipasi dampak yang semakin meluas, Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Perumdam Tirta Mentaya bersama instansi terkait terus melakukan penyaluran air bersih ke wilayah terdampak.

Bantuan air bersih tersebut didistribusikan secara rutin setiap hari. Penyaluran akan terus dilakukan selama kondisi sumber air baku belum kembali normal dan masyarakat masih membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemkab Kotim berharap kondisi kemarau dan intrusi air laut segera berakhir sehingga kualitas sumber air kembali membaik dan masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh akses air bersih yang aman. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard