Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Terpapar Asap, Pasien Asma dan Bronkitis Kembali Alami Keluhan

Redaksi 28-09-2026, 15:28 WIB 2 menit baca
Dokter Spesialis Paru RSUD dr Murjani Sampit, dr Muhammad Taufiqurrahman
Dokter Spesialis Paru RSUD dr Murjani Sampit, dr Muhammad Taufiqurrahman

SB, SAMPIT - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai semakin dirasakan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

RSUD dr Murjani Sampit sebagai salah satu fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Kotim terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Dokter Spesialis Paru RSUD dr Murjani Sampit, dr. Muhammad Taufiqurrahman, mengatakan paparan asap dapat memicu berbagai gangguan pernapasan.

Selain pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pasien dengan riwayat asma dan bronkitis juga dapat kembali mengalami keluhan setelah terpapar asap.

Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai paparan asap karena dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan apabila terjadi dalam waktu lama.

“Polusi asap ini sangat berpengaruh terhadap saluran pernapasan. Pasien yang memiliki riwayat asma maupun bronkitis juga bisa mengalami kekambuhan ketika terpapar asap,” kata dr. Muhammad Taufiqurrahman, Senin (28/9/2026).

Ia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta menggunakan pelindung pernapasan saat harus beraktivitas di luar rumah.

Di tengah kondisi tersebut, RSUD dr Murjani Sampit juga berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terkendala proses administrasi.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr. Anggun Imam Hermawan, mengatakan pihak rumah sakit turut mengambil langkah untuk menghadapi dampak karhutla dengan mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang terdampak asap.

“Untuk kondisi seperti ini, kami memangkas birokrasi pelayanan. Bagi pasien yang terdampak asap dan membutuhkan pelayanan, kami memberikan kemudahan agar mereka bisa segera mendapatkan penanganan,” ujar dr Anggun.

Kondisi kabut asap yang berlangsung dalam waktu cukup lama juga berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Sejumlah sekolah di Kotim bahkan menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap terhadap peserta didik.

RSUD dr Murjani Sampit pun terus bersiaga menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat gangguan pernapasan selama karhutla masih berlangsung.

Masyarakat diimbau tidak menganggap enteng kondisi udara yang memburuk dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau gangguan pernapasan lainnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard