Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Pasca Terbakar, DPRD Kalteng Minta Pemprov Rehabilitasi SMAN 1 Cempaga

Redaksi 28-09-2026, 17:12 WIB 2 menit baca
Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid
Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid

SB, SAMPIT - Musibah kebakaran yang melanda SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Dapil II Abdul Hafid.

Ia mendorong pemerintah provinsi segera melakukan penanganan agar aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut tidak terganggu.

Hafid mengatakan, sekolah merupakan fasilitas vital bagi masyarakat karena menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan dan pembentukan generasi penerus. Karena itu, kondisi SMAN 1 Cempaga pascakebakaran perlu segera mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.

“Kami sangat prihatin dengan terjadinya kebakaran di SMAN 1 Cempaga. Ini merupakan fasilitas pendidikan yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga harus segera mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Menurut Hafid, penanganan pascakebakaran harus menjadi prioritas agar guru dan siswa tetap dapat menjalankan kegiatan pendidikan. Pemerintah diminta menyiapkan langkah sementara maupun penanganan terhadap fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kegiatan pembelajaran tidak terhambat. Jangan sampai guru dan siswa menjadi korban akibat keterlambatan penanganan. Harus segera ada tindak lanjut sehingga proses pendidikan bisa tetap berjalan,” katanya.

Selain penanganan darurat, politisi Fraksi PAN DPRD Kalteng ini juga mendorong adanya alokasi anggaran untuk pembangunan kembali maupun rehabilitasi fasilitas sekolah yang rusak akibat kebakaran.

“Kami juga akan mendorong adanya alokasi anggaran untuk pembangunan kembali SMAN 1 Cempaga,” ungkapnya.

Hafid menyebut, bangunan SMAN 1 Cempaga telah berdiri cukup lama dan masih terdapat sejumlah fasilitas yang membutuhkan perhatian pemerintah provinsi. Salah satunya pagar sekolah yang disebut belum pernah mendapat rehabilitasi secara serius sejak awal pembangunan.

Ia juga memberikan semangat kepada para guru dan peserta didik agar tetap optimistis menghadapi musibah tersebut. Hafid memastikan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng untuk memperjuangkan kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah.

“Saya yakin Kadisdik Kalteng memiliki perhatian besar terhadap sektor pendidikan dan akan merespons persoalan ini dengan cepat,” tandasnya.

Sebelumnya, kebakaran melanda kompleks SMAN 1 Cempaga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kotim, Minggu (27/9/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.

Sejumlah bangunan sekolah terdampak, di antaranya ruang kelas XII, laboratorium, dan ruang guru. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga melakukan upaya pemadaman selama hampir dua jam.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik. Hingga kini, penanganan pascakebakaran menjadi perhatian agar proses pembelajaran di SMAN 1 Cempaga tetap dapat berlangsung. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard