Lewati ke konten utama
Provinsi

Terjebak Karhutla, Orangutan Betina Dievakuasi Tim BKSDA hingga Dini Hari

Redaksi 28-09-2026, 16:34 WIB 2 menit baca
BKSDA Sampit bersama Yayasan OFI mengevakuasi seorang orangutan betina. (FOTO: ISTIMEWA)
BKSDA Sampit bersama Yayasan OFI mengevakuasi seorang orangutan betina. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kepungan asap, api dan bara tak menghalangi tim rescue menyelamatkan seekor orangutan betina yang terjebak di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotim.

Orangutan yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram itu ditemukan berada di atas pohon kering di tengah kawasan yang terbakar pada Jumat (25/9/2026).

Satwa dilindungi tersebut pertama kali terlihat regu pemadam kebakaran perusahaan yang sedang mengambil air sekitar pukul 15.00 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada BKSDA Pos Sampit.

Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan posisi orangutan cukup berbahaya karena berada di kawasan yang masih dipenuhi asap serta terdapat api dan bara.

“Orangutan terlihat sekitar pukul 15.00 WIB oleh regu pemadam pihak perusahaan yang sedang mengambil air di lokasi tersebut,” kata Muriansyah, Senin (28/9/2026).

BKSDA kemudian berkoordinasi dengan tim rescue Seksi KSDA Wilayah II dan Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) untuk melakukan evakuasi.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Proses penyelamatan dilakukan dengan metode pembiusan. Namun, upaya tersebut berlangsung cukup sulit karena orangutan terus berpindah di atas dahan pohon yang cukup tinggi.

“Rescue sulit dilakukan karena orangutan berpindah-pindah, berada di dahan pohon yang cukup tinggi sehingga cukup sulit dilakukan penembakan bius,” ujarnya.

Kondisi semakin sulit karena asap kebakaran cukup tebal. Tanah di sekitar lokasi juga masih menyimpan api dan bara sehingga petugas harus ekstra berhati-hati.

Setelah berjam-jam melakukan penyelamatan, sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (26/9/2026), orangutan akhirnya berhasil dibius. Namun, pekerjaan petugas belum selesai karena tubuh satwa tersebut masih tersangkut di salah satu dahan.

Petugas kemudian memanjat pohon untuk menurunkan dan mengevakuasi orangutan tersebut dari lokasi kebakaran.

Hasil pemeriksaan awal cukup melegakan. Tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh orangutan betina tersebut.

Orangutan itu kemudian diberi nama Sindi dan dibawa ke Pangkalan Bun untuk menjalani pemeriksaan di klinik serta fasilitas karantina orangutan milik OFI.

“Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kondisi Sindi sehat,” jelas Muriansyah.

Setelah menjalani rehabilitasi dan dinyatakan siap, Sindi rencananya akan dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Kotawaringin Barat.

Muriansyah juga mengapresiasi warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang turut membantu menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.

“Terima kasih kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang sudah membantu dalam kegiatan rescue orangutan tersebut,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard