Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Cari Solusi Perbaikan Jalan Mentaya Seberang 1

Redaksi 30-09-2026, 15:09 WIB 3 menit baca
Kepala SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dinar
Kepala SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dinar

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencari solusi untuk memperbaiki Jalan Mentaya Seberang 1 di Kecamatan Seranau yang kondisinya sudah berusia puluhan tahun dan sekitar 80 persen konstruksinya masih berupa titian kayu ulin.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama mengatakan, pemerintah daerah telah membahas kondisi jalan tersebut dalam rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian PUPR.

"Ada usulan masyarakat yang disampaikan ke Kementerian PUPR. Lalu Kementerian menindaklanjuti, makanya kemarin diadakan rapat. Tetapi hasil rapatnya bahwa kewenangan Jalan Mentaya Seberang 1 ada di kabupaten," kata Mentana, Rabu (30/9/2026).

Ia menjelaskan, Jalan Mentaya Seberang 1 berada di kawasan tepian Sungai Mentaya dengan panjang sekitar 1,4 hingga 1,5 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 80 persen masih berupa titian kayu ulin.

"Jalan Mentaya Seberang 1 ini yang di bawah, yang di pinggir air. Kondisinya panjang sekitar 1,4 hingga 1,5 kilometer, dengan 80 persen konstruksinya itu titian kayu ulin," ujarnya.

Menurut Mentana, penanganan jalan di kawasan tepian sungai membutuhkan perencanaan teknis yang matang. Terlebih, pembangunan secara permanen membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah, Pemkab Kotim tidak ingin hanya mengandalkan APBD. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng untuk mencari alternatif penanganan.

"Titian ulin ini kalau di pinggir air memang perlu perencanaan yang matang, kemudian perlu pendanaan yang besar. Makanya Pak Bupati menginstruksikan nanti kita komunikasi dengan Balai, dengan PU Provinsi untuk minta bantuan. Nanti bagaimana kita carikan solusinya," jelasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kotim akan menurunkan tim teknis untuk melakukan kajian langsung ke lokasi. Kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan pada setiap bagian jalan.

"Yang pasti kita dalam waktu dekat ini akan mengirim tim teknis ke sana untuk melakukan kajian sementara. Apa yang diperlukan di situ," katanya.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan dilakukan pemeliharaan sementara sebelum pembangunan permanen dapat direalisasikan.

Mentana mencontohkan pola pemeliharaan sementara seperti yang dilakukan pada Jembatan Kapten Mulyono, sehingga infrastruktur tetap dapat difungsikan sambil menunggu ketersediaan anggaran pembangunan permanen.

"Artinya apakah bisa kita sementara, seperti Jembatan Mulyono, sementara kita pelihara dulu sebelum nanti kita carikan anggarannya untuk membangun yang permanen, kira-kira seperti itu," tuturnya.

Ia menambahkan, Jalan Mentaya Seberang 1 memang sudah cukup tua dan membutuhkan peremajaan. Jalan tersebut bahkan telah tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) sejak 2006.

"Pada intinya memang sudah lama, usianya sudah tua dan memang perlu diadakan peremajaan," ungkapnya.

Selain mengandalkan APBD Kotim, pemerintah daerah juga akan melihat peluang dukungan dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

"Kita koordinasi dengan Balai apakah bisa jalan itu kita usulkan, misalnya melalui IJD. Seperti tahun ini kita mendapatkan dua titik pembangunan jalan melalui IJD. Apakah bisa Jalan Mentaya Seberang 1 diusulkan seperti itu," jelas Mentana.

Ia menegaskan, hasil rapat bersama Kementerian PUPR telah memastikan bahwa kewenangan penanganan Jalan Mentaya Seberang 1 berada di pemerintah kabupaten. Namun, Pemkab Kotim tetap akan mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

"Itu nanti maksud dari Pak Bupati, nanti koordinasi dengan Balai dan PU Provinsi untuk cari solusi bagaimana memperbaiki itu," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard