Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Buka MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 Tingkat Kabupaten

Redaksi 04-10-2026, 08:28 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika membuka MTQ ke-57 dan FSQ 26 tingkat kabupaten. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika membuka MTQ ke-57 dan FSQ 26 tingkat kabupaten. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kotim, Halikinnor secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-26 tingkat Kabupaten Kotim tahun 2026, di Kecamatan Mentaya Hulu, Sabtu (3/10/2026) malam.

Pembukaan kegiatan tersebut diikuti para kafilah dari 17 kecamatan se-Kotim, dewan hakim, juri, panitera, tokoh agama, serta masyarakat.

Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan MTQ dan Festival Seni Qasidah dapat berlangsung di tengah kondisi kemarau dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kotim.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama, sinergitas dan kolaborasi semua pihak, sehingga pembukaan pada malam hari ini bisa kita laksanakan dengan baik dan berjalan dengan lancar,” kata Halikinnor.

Ia berharap seluruh rangkaian perlombaan hingga penutupan nanti dapat berlangsung aman dan tanpa insiden yang membahayakan peserta maupun masyarakat.

Halikinnor juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, baik tenaga, materi maupun pengamanan, yang turut membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan atau kegiatan syiar keagamaan, tetapi harus mampu menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya dipahami dari sisi kegiatan syiar keagamaan, tetapi harus mampu memaknai lebih komprehensif nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kotim selama ini dikenal memiliki kafilah yang cukup diperhitungkan dalam setiap pelaksanaan MTQ, STQ maupun Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Hal tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah bersama LPTQ dan LASQI.

Halikinnor juga meminta dewan hakim, juri dan panitera menjalankan tugas secara objektif, jujur dan amanah sehingga para juara yang terpilih benar-benar merupakan peserta terbaik.

Di sisi lain, Halikinnor memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla yang masih terjadi di Kotim.

“Sebagaimana kita rasakan saat ini, Kabupaten Kotawaringin Timur tengah dilanda bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kepedulian kita semua,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya di Kecamatan Mentaya Hulu dan sekitarnya, tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Halikinnor juga mengingatkan para kafilah dan seluruh peserta kegiatan untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan air minum dan menggunakan masker apabila kondisi kabut asap mengganggu.

“Mari kita perbanyak doa, semoga Allah SWT segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan serta melindungi kita semua dari segala macam bencana,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard