Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Kabut Asap Pekat, Kalaksa BPBD Imbau Aktifitas Luar Ruangan

Redaksi 09-10-2026, 20:11 WIB 1 menit baca
Kondisi Kota Kuala Kapuas diselimuti kabut asap, pada Jumat (9/10/2206). FOTO: FADLI/SB
Kondisi Kota Kuala Kapuas diselimuti kabut asap, pada Jumat (9/10/2206). FOTO: FADLI/SB

 

SB, KUALA KAPUAS — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin tebal di Kuala Kapuas, dikeluhkan warga sejak pagi dikarenakan menghambat aktivitas sehari-hari, pada Jumat (9/10/2026). 

Sejumlah warga, terutama yang bekerja di aktifitas di lapangan, mengaku kesulitan akibat jarak pandang yang terbatas dan kondisi udara yang mengganggu pernapasan. 

Berdasarkan pantauan awak media, kabut asap menyelimuti sejumlah ruas jalan. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus lebih waspada, sementara warga yang bekerja di luar ruangan menghadapi kendala dalam menjalankan pekerjaan mereka.

“Saya kesulitan beraktivitas karena kabut asap hari ini sangat tebal dan menyulitkan pekerjaan saya di lapangan,” ujar salah seorang warga yang ditemui di jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S. Pandiangan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak. Ia juga menegaskan agar warga tidak membakar lahan maupun sampah karena dapat memperburuk kondisi udara.

“Jangan membakar lahan dan membakar sampah di saat kondisi seperti ini, karena dapat memperburuk kondisi udara.” tegasnya.

Pangeran juga meminta kepada masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan agar dapat ditindaklanjuti.

Warga juga diimbau wajib menggunakan masker sesuai standar yang dianjurkan Dinas Kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Serta bagi pengguna jalan diminta agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat jarak pandang terbatas.

BPBD Kapuas terus berupaya melakukan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah guna menekan penyebaran api dan mengurangi dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Kondisi ini mengingatkan kita bahwa pencegahan karhutla membutuhkan peran bersama. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran dan turut melaporkan aktivitas yang berpotensi memperparah kabut asap demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. (f4) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard