Lewati ke konten utama
Provinsi

Setelah Berbulan-bulan Dilanda Karhutla, Hujan Deras Akhirnya Guyur Palangka Raya

Redaksi 15-10-2026, 16:19 WIB 1 menit baca
Kondisi hujan di Kota Palangka Raya
Kondisi hujan di Kota Palangka Raya

SB, PALANGKA RAYA – Setelah berbulan-bulan bergelut dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), masyarakat akhirnya bisa bernapas lega. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Palangka Raya, khususnya di Petuk Katimpun pada Kamis (15/10/2026) sore.

Hujan mulai turun sekitar pukul 15.45 WIB. Guyuran air yang dinanti-nantikan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat setelah sekian lama menghadapi musim kering dan ancaman karhutla yang terus menghantui.

Turunnya hujan langsung disambut rasa syukur dan kebahagiaan warga. Bagi masyarakat yang selama ini merasakan dampak kebakaran dan kabut asap, hujan sore itu bukan sekadar perubahan cuaca, melainkan harapan baru agar kondisi lingkungan segera membaik.

Selama berbulan-bulan, karhutla menjadi persoalan serius di Kalteng. Asap kebakaran mengganggu aktivitas masyarakat, mengancam kesehatan, serta berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Kondisi tersebut membuat hujan sangat dinantikan, terutama untuk membantu membasahi lahan kering yang rawan terbakar.

Guyuran hujan berintensitas tinggi ini diharapkan dapat membantu menurunkan suhu permukaan tanah, meningkatkan kelembapan lahan, serta mengurangi potensi munculnya titik api baru. Hujan juga diharapkan mampu membantu proses pemadaman, terutama pada area yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah gambut.

Meski demikian, turunnya hujan belum serta-merta menjamin seluruh titik karhutla padam. Upaya pemantauan dan penanganan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala ketika kondisi kembali panas dan kering.

Hingga berita ini ditulis, hujan masih mengguyur wilayah Palangka Raya. Masyarakat pun berharap hujan tidak hanya turun sesaat, tetapi berlanjut sehingga mampu membantu mengakhiri krisis karhutla dan kabut asap yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Kalteng.

Bagi warga, hujan sore itu menjadi momen yang patut disyukuri. Setelah sekian lama menanti, rintik hingga derasnya air yang membasahi bumi membawa harapan agar udara kembali bersih, lingkungan lebih aman, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui kabut asap. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard