Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dinkes Kotim Ingatkan Risiko Paparan Berkepanjangan Akibat Kabut Asap

Redaksi 15-10-2026, 13:28 WIB 2 menit baca
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi

SB, SAMPIT – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tak boleh dianggap sepele. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan apabila paparan asap terus berlangsung dalam waktu lama.

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama, terlebih ketika kondisi kekeringan dan kebakaran belum sepenuhnya terkendali.

Ia mengkhawatirkan paparan kabut asap yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

“Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung sampai berbulan-bulan. Bahkan, jika bertambah satu bulan saja, dampaknya bisa luar biasa, terutama ketika kekeringan dan kebakaran belum bisa dikendalikan,” ungkap Umar Kaderi, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan sejak dini agar risiko kesehatan akibat paparan asap dapat diminimalkan. Jangan sampai aktivitas sehari-hari membuat warga mengabaikan kondisi udara yang sedang terdampak karhutla.

Dinkes Kotim mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel asap.

Selain itu, menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat, dan memperhatikan kondisi tubuh menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.

Umar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul selama kondisi ini berlangsung. Apabila mengalami gangguan kesehatan, warga diharapkan segera mencari pertolongan medis sesuai kebutuhan.

“Kami kembali mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, mengatur pola makan dan pola tidur, serta menggunakan masker jika harus keluar rumah. Upaya pencegahan ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama karhutla dan kekeringan masih berlangsung,” pungkasnya.

Di sisi lain, terkait pengawasan penggunaan air oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Umar menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan perangkat daerah terkait.

Adapun Dinkes Kotim berfokus pada edukasi masyarakat, pemantauan dampak kesehatan, serta penanganan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan.

Ia berharap masyarakat tidak menunggu hingga kabut asap semakin parah untuk mulai melakukan langkah perlindungan. Kesadaran menjaga kesehatan dan membatasi paparan asap dinilai penting, terutama selama kekeringan dan karhutla belum terkendali.

Di tengah kondisi tersebut, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan sembari menunggu kondisi lingkungan kembali membaik. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard