Bupati Kotim Beri Santunan kepada Keluarga Relawan Pencegahan Karhutla
SB, SAMPIT – Dedikasi dalam mengedukasi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bagian dari pengabdian almarhum Farid Fathur Rahman semasa hidupnya. Sebagai bentuk kepedulian atas kontribusi tersebut, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Senin (19/10/2026).
Santunan diterima Ermawati, istri Farid, yang merupakan staf Kecamatan Pulau Hanaut. Semasa hidupnya, Farid turut terlibat dalam kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla di dua desa untuk mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran.
“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhum. Kami juga mengapresiasi keterlibatan Farid dalam upaya pencegahan karhutla, khususnya melalui sosialisasi kepada masyarakat,” kata Halikinnor.
Keterlibatan Farid dalam sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Edukasi semacam ini dinilai penting untuk mencegah kebakaran sejak dini, sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Di tengah penyerahan santunan itu, Ermawati turut meluruskan informasi mengenai penyebab meninggalnya sang suami. Ia menegaskan bahwa Farid meninggal dunia karena sakit, bukan akibat melakukan pemadaman karhutla.
“Suami saya meninggal dunia karena sakit, bukan setelah melakukan pemadaman karhutla. Sebelumnya, beliau memang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla di dua desa, tetapi tidak ikut melakukan pemadaman,” jelas Ermawati.
Pemkab Kotim berharap santunan tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pencegahan karhutla, termasuk mereka yang turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.
Upaya pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika api muncul. Kesadaran masyarakat, penyebaran informasi, dan keterlibatan berbagai unsur di tingkat desa menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotim. (f1/sb)