Pasien Cuci Meningkat, RSUD Murjani Sampit Butuh Penambahan Ruangan
SB, SAMPIT - Antrean pasien yang membutuhkan layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah mencapai lebih dari 200 orang. Kondisi ini terjadi di tengah keterbatasan fasilitas, dengan jumlah alat hemodialisa yang tersedia saat ini hanya 21 unit.
Wakil Direktur Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi, mengatakan jumlah pasien yang membutuhkan layanan cuci darah terus meningkat.
Sementara itu, penambahan alat belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan ruangan di rumah sakit.
“Tenaga sebenarnya cukup, tetapi alat kita baru 21 unit. Jumlah pasien yang membutuhkan cuci darah terlalu banyak. Sekarang saja antreannya hampir di atas 200,” jelasnya, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, penambahan alat hemodialisa perlu dibarengi dengan penyediaan ruangan khusus agar pelayanan dapat berjalan maksimal.
Namun, kondisi bangunan rumah sakit yang sudah penuh menjadi salah satu kendala dalam pengembangan layanan tersebut.
Untuk mengatasi persoalan itu, pihak rumah sakit mengusulkan pembangunan gedung baru secara terpadu. Rencana tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah kapasitas pelayanan hemodialisa, tetapi juga mendukung penataan layanan kesehatan lainnya.
Gedung baru itu diharapkan dapat menunjang pemisahan pelayanan bagi pasien dengan penyakit menular dan tidak menular, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
“Kalau hanya membangun satu ruangan untuk hemodialisa, rasanya kurang tepat. Rencananya kami mengusulkan satu gedung secara keseluruhan, sehingga kebutuhan ruangan dan pelayanan lainnya bisa ditata sekaligus,” ujarnya. (f1/sb)