Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

RSUD Murjani Sampit Layani 90.245 Pasien hingga September 2026

Redaksi 31-10-2026, 08:44 WIB 2 menit baca
Tampak kondisi pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit
Tampak kondisi pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit

SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mencatat telah melayani sebanyak 90.245 pasien hingga September 2026.

Wakil Direktur Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi, mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi pelayanan rawat jalan dan rawat inap, sekaligus menunjukkan besarnya beban pelayanan kesehatan yang ditangani rumah sakit milik pemerintah daerah.

"Dari total tersebut sebanyak 76.413 merupakan pasien rawat jalan, sedangkan 13.832 pasien lainnya menjalani perawatan inap", ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

Tingginya jumlah kunjungan pasien tersebut juga diikuti beragam kasus penyakit, mulai dari penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang hingga kondisi akut dan kritis yang memerlukan pelayanan intensif.

Berdasarkan data pelayanan rawat jalan, hipertensi primer menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 7.846 kasus. 

Selanjutnya dispepsia atau gangguan pencernaan sebanyak 3.062 kasus, nekrosis pulpa gigi 2.629 kasus, serta diabetes melitus dengan komplikasi peredaran darah perifer sebanyak 2.302 kasus.

Selain itu, terdapat angina pektoris atau nyeri dada akibat gangguan aliran darah ke jantung sebanyak 2.206 kasus, nyeri punggung bawah 2.196 kasus, diabetes dengan komplikasi saraf 1.939 kasus, serta gagal jantung kongestif sebanyak 1.514 kasus.

Sementara itu, pelayanan rawat inap memperlihatkan kompleksitas penyakit yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

"Hipertensi primer masih menjadi kasus terbanyak dengan 878 pasien, disusul gastroenteritis dan kolitis sebanyak 588 pasien, serta dispepsia sebanyak 462 pasien," jelasnya.

Kasus lainnya meliputi gangguan keseimbangan natrium atau hiponatremia sebanyak 442 pasien, diabetes melitus dengan komplikasi peredaran darah perifer 419 pasien, gangguan metabolisme protein plasma 413 pasien, serta stroke atau infark serebral sebanyak 384 pasien.

RSUD dr Murjani juga menangani 375 pasien diabetes melitus tanpa komplikasi, 364 pasien hipokalemia atau kekurangan kadar kalium dalam darah, serta 348 pasien sepsis bakteri pada bayi baru lahir.

"Data ini menunjukkan bahwa rumah sakit selain menghadapi tingginya volume kunjungan, tetapi juga harus menangani penyakit kronis dan berbagai kondisi kegawatdaruratan," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard