Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

RSUD Murjani Sampit Evaluasi Kesiapan Akreditasi, Sejumlah Catatan Jadi Bahan Pembenahan

Redaksi 04-11-2026, 16:41 WIB 2 menit baca
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany

SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit mulai membenahi sejumlah aspek pelayanan dan administrasi sebagai persiapan menghadapi survei akreditasi pada Januari 2027.

Upaya tersebut dilakukan setelah rumah sakit menjalani simulasi akreditasi bersama tim surveior untuk mengukur sejauh mana kesiapan dalam memenuhi standar penilaian.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Yulia Nofiany, mengatakan simulasi tersebut menjadi kesempatan bagi pihak rumah sakit untuk mengetahui kekurangan sebelum menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya.

Berbagai temuan dan masukan dari tim surveior akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi internal.

“Alhamdulillah simulasi berjalan lancar. Teman-teman punya insight di mana saja ranah-ranah yang kurang, layanan-layanan atau regulasi yang masih harus di-update atau diperbarui, harus menjadi atensi, supaya pada saat akreditasi di Januari kami sudah lebih siap,” ujarnya, Rabu (4/10/2026).

Yulia menjelaskan, proses simulasi tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi. Tim surveior juga melakukan penelusuran langsung ke sejumlah unit pelayanan untuk memastikan kesesuaian antara aturan tertulis dengan pelaksanaan di lapangan.

Pemeriksaan mencakup berbagai dokumen regulasi, standar operasional prosedur (SOP), hingga panduan yang menjadi pedoman petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Hal tersebut dinilai penting karena pemenuhan standar akreditasi tidak cukup hanya dengan kelengkapan dokumen, tetapi juga harus dibuktikan melalui penerapan prosedur secara konsisten dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

“Selain masalah regulasi dan dokumen-dokumen, standar operasional, SOP, panduan-panduan, mereka juga telusur lapangan. Apakah yang kami tulis di SOP itu sudah benar dilakukan di ranah pelayanan fungsional atau belum,” jelasnya.

Ia menegaskan, simulasi tersebut bukan merupakan penilaian akreditasi resmi, melainkan tahapan persiapan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu disempurnakan.

“Baru survei simulasi akreditasi. Survei akreditasi yang realnya itu nanti di Januari. Jadi, kami ibaratnya masih trial error untuk akreditasi yang sesungguhnya nanti,” ungkap Yulia.

Melalui evaluasi tersebut, manajemen RSUD dr Murjani berharap seluruh jajaran dapat segera menindaklanjuti setiap catatan dari tim surveior

(f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard