Forum Puspa Kotim Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
SB, SAMPIT - Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Sekretaris Puspa Kalimantan Tengah (Kalteng), Wasyiat Sidik Pramono, di Aula Lantai II Kantor Bupati Kotim, Kamis (5/11/2026).
Adapun susunan pengurus Forum Puspa Kotim periode 2026–2031 yakni Forisni Aprilista sebagai ketua, Suprianti Rambat sebagai wakil ketua, Gita Anggraini sebagai sekretaris I, Aisyah sebagai sekretaris II, serta Abdurrahman sebagai bendahara.
Pj Sekda Kotim, Diana Setiawan, berharap kepengurusan baru Forum Puspa dapat berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan perlindungan hak perempuan dan anak. Terlebih, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Harapan kami dengan dilantik dan dikukuhkannya Forum Puspa, yang pertama dapat mendukung dan membantu pemerintah daerah dalam penanganan perlindungan hak-hak perempuan dan anak,” kata Diana.
Menurutnya, keberadaan Forum Puspa menjadi penting untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung pelaksanaan program serta mengawasi upaya pemenuhan hak perempuan dan anak.
“Harapan kami dengan adanya Forum Puspa ini bisa membantu kami, mendukung kami, bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal membantu untuk meringankan atau mengurangi dan mengontrol program-program pemerintah daerah tentang hak anak dan perempuan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Puspa Kalteng, Wasyiat Sidik Pramono, menjelaskan Forum Puspa merupakan wadah kolaborasi berbagai organisasi dan lembaga, mulai dari keagamaan, sosial, akademisi, profesi, adat hingga media.
Ia menyebut persoalan perempuan dan anak saat ini semakin kompleks. Berbagai bentuk kekerasan masih menjadi perhatian, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan berbasis gender online, perdagangan anak, perkawinan usia anak, hingga persoalan kesehatan seperti stunting.
“Kita ketahui bersama bahwa permasalahan perempuan dan anak sangatlah kompleks. Kasus kekerasan pada perempuan dan anak masih cukup tinggi, seperti bullying, KDRT, dan lain-lain,” ungkapnya.
Wasyiat berharap Forum Puspa Kotim dapat menjalankan peran sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan, mendorong pemberdayaan perempuan dan anak, serta berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.
“Kita harapkan Forum Puspa menjadi mitra pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan perempuan dan anak, dapat memberdayakan perempuan dan anak sehingga menjadi sejahtera, memberikan saran dan masukan kepada pemerintah agar Kotim dapat terus mewujudkan Kabupaten Layak Anak,” pungkasnya.(f1/sb)