Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Apresiasi Pengrajin Topi Rotan Warga Luwuk Bunter

Redaksi 04-11-2026, 19:05 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika meninjau pengrajin rotan di Desa Luwuk Bunter. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika meninjau pengrajin rotan di Desa Luwuk Bunter. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengapresiasi seorang warga pengrajin rotan asal Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, yang memberikan topi berbahan rotan hasil kerajinan tangan kepadanya.

Ia menilai produk tersebut memiliki kualitas pengerjaan yang baik dan berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan serta sumber penghasilan masyarakat.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi beliau. Rupanya hasil kerajinan topinya halus dan bagus. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya dan menjadi sumber usaha,” katanya, Rabu (4/11/2026).

Halikinnor menyebut, produk topi rotan tersebut dapat dikembangkan dengan desain dan motif yang lebih beragam, termasuk menambahkan identitas khas Sampit agar memiliki nilai jual dan menjadi oleh-oleh daerah.

Pemkab Kotim, lanjutnya, juga membuka peluang bagi Dinas Koperasi dan UMKM untuk memberikan pembinaan kepada para pengrajin, mulai dari pengembangan desain hingga pemasaran.

“Kalau desainnya bagus dan dikembangkan, bisa kita bimbing melalui dinas terkait. Bahkan, nantinya bisa dipasarkan di bandara dengan berbagai model. Jadi, orang yang datang ke Sampit bisa membeli topi rotan khas Sampit sebagai oleh-oleh,” jelasnya.

Sementara itu Maria, sang pengrajin, mengungkapkan bahwa topi tersebut dikerjakan selama tiga pekan. Jika ditambah proses pencarian bahan baku di hutan sekitar Cempaga, waktu pengerjaan memakan waktu satu bulan.

“Bahan baku di Cempaga masih banyak tersedia. Kesulitan utamanya justru saat menipiskan rotan agar bisa dianyam dengan rapi,” ungkap Maria. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard