Dermaga Sudah Jadi, Ferry Bapinang-Samuda Tak Kunjung Ada
SB, SAMPIT – Dermaga penyeberangan Bapinang-Samuda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum bisa beroperasi optimal. Meski dibangun menggunakan anggaran APBN sejak beberapa tahun lalu, fasilitas tersebut belum dilengkapi kapal ferry atau ponton.
Kondisi ini disoroti Anggota DPRD Kotim Dapil III, Eddy Mashamy. Ia meminta pemerintah daerah segera memperjuangkan pengadaan kapal penyeberangan karena sangat dibutuhkan masyarakat.
“Penyeberangan ini penting bagi masyarakat Bapinang maupun Samuda. Bukan hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga mengangkut hasil kebun, perikanan dan kebutuhan pokok,” ujar Eddy, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, selama ini warga masih mengandalkan perahu kecil untuk menyeberang. Selain kapasitas angkut terbatas, perjalanan juga bergantung pada kondisi cuaca.
Padahal, masyarakat membutuhkan transportasi yang mampu mengangkut hasil perkebunan seperti kelapa dan karet, serta hasil perikanan dalam jumlah lebih besar.
Eddy menyayangkan dermaga yang sudah selesai dibangun justru belum memberikan manfaat maksimal karena tidak tersedia kapal pengangkut.
“Bangunannya sudah selesai beberapa tahun lalu, tetapi kapal penyeberangannya belum ada. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan fasilitas ini,” tegasnya.
Ia pun mendorong Pemkab Kotim melalui Dinas Perhubungan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memperjuangkan pengadaan kapal ferry atau ponton.
“Jangan sampai aset negara yang dibangun menggunakan uang rakyat miliaran rupiah mubazir dan rusak karena tidak difungsikan. Kami berharap pengadaan kapal ini segera direalisasikan,” pungkasnya. (f1/sb)