Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim dan Seskoad Matangkan Strategi Mitigasi Karhutla

Redaksi 08-11-2026, 09:17 WIB 1 menit baca
Pemkab Kotim melaksanakan evaluasi Rakor Penanganan Karhutla. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Pemkab Kotim melaksanakan evaluasi Rakor Penanganan Karhutla. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) memperkuat strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.

Rapat koordinasi dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Diana Setiawan, didampingi Perwira Pendamping Seskoad, Kolonel Inf Yudi Gumilar, serta Koordinator Lapangan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Kotim, Rihel.

Dalam arahannya, Diana Setiawan menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla. 

Menurutnya, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman saat api muncul, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh sejak tahap pencegahan dan deteksi dini.

"Kesiapsiagaan bersama dan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. Penanganan karhutla perlu dilakukan sejak tahap pencegahan, deteksi dini hingga penanganan darurat," tegasnya, Sabtu (7/11/2026).

Ia berharap, melalui koordinasi tersebut, seluruh pihak dapat menyatukan langkah dan memperkuat strategi penanggulangan karhutla sehingga penanganan di lapangan bisa berjalan lebih efektif dan terarah.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Satgas Penanganan Karhutla Kotim, Rihel, memaparkan evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan sepanjang 2026.

Evaluasi tersebut mencakup perkembangan titik panas atau hotspot, tahapan penetapan status siaga hingga tanggap darurat, serta berbagai upaya penanganan kebakaran di lapangan.

"Yang kita bahas juga meliputi optimalisasi operasi pemadaman melalui water bombing, dukungan anggaran, serta kesiapan posko terpadu yang melibatkan berbagai instansi terkait," jelasnya.

Ia berharap melalui pemaparan evaluasi tersebut, diharapkan berbagai kendala dan kekurangan selama penanganan karhutla sepanjang 2026 dapat menjadi bahan perbaikan dalam menyusun langkah mitigasi ke depan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard