Tahun Ini Kemarau Lebih Kering dan Panjang, Berpontensi Terjadi Karhutla
SB, SAMPIT - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprediksi terjadinya musim kemarau tahun 2023 lebih kering.
Kepala BMKG Kotim Musuhayana melalui Prakirawan Cuaca Lyla Affifah Harulbadriza menyampaikan, agar masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Kotim untuk meningkatakn kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lantaran katanya, sekarang ini sudah mulai memasuki musim kemarau dan hasil pantauan satelit akan lebih kering sehingga sangat rawan terjadinya karhutla.
“Sifat hujan yang dibawa normal dan berpotensi akan menyebabkan situasi yang cukup kering. Maka dari itu masyarakat Kotim untuk tetap hati – hati dan waspada dengan karhutla, terutama diimbau untuk tidak membakar hutan dan lahan,” terang Lyla Affifah, Jumat (12/5/2023).
Prakirawan BMKG Kotim ini menyampaikan, hasil perkiraan juga terjadinya kemarau diperkirakan potensi panjang di 2023 ini. Kondisi seperti ini membuat potensi terjadinya karhutla lebih tinggi dibanding 3 tahun terakhir.
Ia mengatakan, jika berkaca dari 2019 silam kala itu musibah karhutla Kotim tergolong parah dengan kebakaran sekitar 800 hektare. Sehingga berdampak berbagai lini kehidupan masyarakat.
“Kemungkinan terjadi seperti 2019 itu yang kami takutkan. Karena dari perkiraan kami dan faktor – faktor perubahan dinamika atmosfer itu menunjukan bahwa tahun ini akan terjadi kemarau yang lebih panas daripada 3 tahun terakhir,” jelasnya.
Untuk itu BMKG meminta kepada masyarakat Kotim untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang menyebabkan karhulta serta bersama sama menjaga lingkungan dari potensi karhutla tersebut. (f1/sb)